Sukses

Penjualan Mobil Listrik di Negara Ini Meroket Tajam, Diprediksi Tembus 5 Juta Unit di 2022

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan mobil listrik di China tumbuh dengan sangat cepat pada 2021. Diperkirakan, tren ini akan berlanjut hingga 2022.

Dilansir Carnewschina, menurut CPCA, penjualan tahunan kendaraan listrik di Negeri Tirai bambu ini akan melebihi 5 juta unit pada 2022, dan 7 sampai 10 juta unit pada 2025.

Dengan begitu, kapasitas baterai terpasang di China, akan menjadi yang terbesar di dunia dengan 600GWh.

Dari Januari hingga Desember 2021, penjualan kendaraan listrik di China mencapai 3,52 juta unit.

Sementara itu, kembali pada 2009, China melampaui Amerika Serikat untuk menjadi pasar terbesar di dunia, dengan jumlah mobil listrik terbesar dibanding negara lain di dunia. Hal ini, sebagai upaya untuk memerangi perubahan iklim.

Sebagai informasi, pemerintah China menciptakan istilah kendaraan energi baru (NEVs) untuk menunjuk kendaraan yang memenuhi syarat untuk subsidi publik termasuk baterai listrik, plug-in hybrid (PHEV), dan sel bahan bakar.

Pada Desember 2021, grosir kendaraan energi baru mencapai 505.000 unit. Jumlah tersebut, adalah peningkatan 138,9 persen dibandingkan dengan Desember 2020.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kontribusi model

Lebih spesifiknya, penjualan didominasi oleh 14 merek, yaitu BYD 93.338 unit, Tesla 70.847 unit, Wuling 60.372 unit, Great Wall 20.926 unit, Chery 20.501 unit, Geely 16.831 unit, SAIC Motor 14.868 unit, Aion 14.500 unit, FAW 11.213 unit, Chang An 10.404 unit, dan Hozon 10.127 unit.

Di antara pemain pembuat mobil baru, yaitu NIO, XPeng, dan Li Auto masing-masing menjual 10.487, 16.000, dan 14.087 unit kendaraan.

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron