Sukses

Kembaran Daihatsu Rocky Siap Meluncur di Malaysia, Intip Bocorannya

Liputan6.com, Jakarta -

Daihatsu Rocky memang belum meluncur di Indonesia, konsumen pun masih bertanya-tanya kapan crossover kompak tersebut akan diperkenalkan. Nampaknya Malaysia yang akan terlebih dahulu menikmati Daihatsu Rocky dalam bentuk kembarannya, Perodua dengan kode internal D55L atau Ativa. 

Keran pemesanan sudah dibuka. Tak hanya itu, sorotan keunggulan pun telah ikut diumumkan. Potensi fitur mengagumkan ia tunjukkan sebagai sebuah crossover kompak.

Kembaran, Ativa merupakan perwujudan Rocky yang lahir dari fasilitas Perodua di Malaysia. Basisnya sama, mengusung platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Pun secara desain ia mengikuti rancangan Rocky. Berdasarkan informasi di situs resmi bisa dipastikan lenggoknya sangat mirip keluaran Daihatsu. Hanya saja, bakal ada penyesuaian sedikit khusus Perodua ketika nanti resmi diluncurkan – diekspektasikan bulan depan.

Secara harga, ia diestimasi beririsan dengan Aruz yang merupakan Terios versi Jiran. Terbagi atas tiga varian yakni X, H, dan AV, kemungkinan dilego di angka RM 62.500 sampai 73.400. Dikonversi berarti berkisar di rentang Rp 217,6 – 256,5 jutaan. Sebagai perbandingan, Aruz dipasarkan di angka RM 68.526 – 73.226. Boleh dibilang berada dalam satu rentang harga namun dengan penawaran berbeda.

Aruz lihai memainkan ruang lapang untuk tujuh penumpang. Di lain sisi, Ativa justru mengolah fitur komprehensif dengan kapasitas lima penumpang. Begitu pun ekspektasinya nanti ketika Daihatsu Rocky dan Toyota Raize menyapa Tanah Air. Diprediksi bermain di ranah LSUV tanpa suguhan bangku tiga baris. Sebagaimana crossover murah, penyeimbang nilai diyakini berupa daftar panjang fitur menawan. Selengkap apa? Belum ada bocoran. Namun kalau di Malaysia, Ativa benar-benar terlihat jauh lebih pintar dari sang kembaran Terios/Rush.

 
2 dari 5 halaman

Mesin 1.0L Turbo

Sofistikasi ditampilkan di luar. Pendar LED depan dan belakang menjadi standar kelengkapan seluruh varian. Tapi tak hanya itu, seminimalnya tertanam fungsi pintar. Model basic X kebagian Auto High Beam (AHB), dapat mengaktifkan lampu jauh secara otomatis. Lebih terlihat impresif lagi pada trim H dan AV sebab tersemat Adaptive Driving Beam. Cara kerjanya mirip Matrix LED Audi, dapat menonaktifkan sebagian segmen lampu yang bakal menyilaukan pengemudi di berlawanan arah. Tidak mati secara menyeluruh sehingga tetap dapat menikmati pancaran jauh tanpa mengganggu pengemudi lain.

Daftar kelengkapan interior juga tak kalah menarik. Ia tinggalkan konsep usang indikator jarum menjadi layar instrumen digital TFT 7 inci. Pemanfaatan monitor bisa terbaca sebagai langkah untuk membuat kontestan masa kini tampil modern sekaligus mewah. Itu ditemani pula sistem infotainment sebesar 9 inci. Konon tersaji fungsi voice recognition berikut konektivitas smartphone Smart-Link. Kendati begitu, integrasi smartphone Android Auto dan Apple CarPlay tampaknya absen dari peredaran.

Urusan memacu, Ativa menggendong enjin tiga silinder 1.000 cc turbo dengan penyalur daya CVT. Total buncahan tenaga diyakini cukup untuk kebutuhan perkotaan. Sajikan output 98 PS di 6.000 rpm dan torsi 140 Nm dari 2.400 – 4.000 rpm dari mesin berkode 1KR-VET. Namun yang menjadi sorotan adalah konsumsi bahan bakar. Tentu irit saat menyedot minuman, diklaim dapat menempuh 18,9 km per liter bensin.

3 dari 5 halaman

Fitur Keselamatan

Fitur keselamatan pun menjadi salah satu prioritas pertimbangan. Memang, Perodua tetapkan standar tinggi soal keselamatan – bisa dilihat pada kembaran Agya/Ayla hingga Rush/Terios. Ativa bahkan dibikin lebih baik lagi. Contoh penyematan Advanced Safety Assist (ASA) tanpa pandang bulu.

Tidak lagi spesifik model termahal, seluruh tingkatan trim dilengkapi bantuan seperti Pre-Collision Warning dan Pre-Collision Braking. Keduanya bantu mengurangi dampak celaka sundul depan hingga risiko terjadinya lewat serangkaian peringatan hingga pengereman otomatis. Melansir Paultan, sistemnya bahkan telah disempurnakan. Rem otomatis dapat bekerja di kecepatan lebih tinggi ketimbang versi eksis sekaligus dapat mendeteksi kendaraan roda dua. Kemampuan ASA diisi pula oleh peringatan ketika mobil di depan mulai melaju berupa Front Departure Alert dan pencegah salah injak pedal, Pedal Misoperation Control.

Juga standar di seluruh varian adalah Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention. Bantu pengemudi menjaga arah berkendara sesuai jalur. Di samping itu, model termahal AV ditanam perbekalan ekstra seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Control, dan Blind Spot Monitor. Dipastikan menambah rasa mobil premium. Asisten pintar lanjut mejeng saat akan parkir seperti sensor sudut depan-belakang, kamera mundur, hingga Rear Cross Traffic Alert – mengidentifikasi objek berjalan ke arah bokong mobil.

Dengan asisten selengkap itu mungkin tak perlu ditanya lagi soal fitur fundamental. Sewajarnya jelas harus dipenuhi lebih dulu. Sebagai standar, enam airbag siap melindungi penumpang kala terjadi celaka. Alat preventif tertanam ABS+EBD+BA, Vehicle Stability Control, Hill Hold Assist, sampai Emergency Stop Signal. Ada pula jangkar ISOFIX untuk kursi anak.

Cukup menarik bukan? Akankah Daihatsu Rocky dan Toyota Raize versi Tanah Air dibikin selengkap Perodua Ativa? Diprediksi mungkin tidak sehebat kembaran di Negeri Jiran kalau membandingkan keadaan kontestan serupa bermerek Perodua seperti Ayla/Agya, Sirion, hingga Rush/Terios. Namun kebiasaan mungkin berubah. Melihat ring tinju crossover murah, belum ada yang memainkan peranti asisten aktif. Pantas dijadikan nilai unggul. Mungkinkah itu terjadi? Kita tunggu saja.

Sumber: Carvaganza.com

4 dari 5 halaman

Infografis 3 Cara Vaksin Covid-19 Picu Kekebalan Tubuh

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: