Sukses

Posisi Golf Tergeser, Ini Model yang Mendominasi Penjualan Volkswagen

Liputan6.com, Jakarta Selama ini Golf menjadi model terlaris Volkswagen (VW). Ini posisinya tergeser oleh Tiguan. Masuk 2020, produksi Tiguan berhasil lewati 6 juta unit sejak kehadirannya.

Ini menjadi model pertama VW yang menyentuh angka segitu. Sekaligus diklaim sebagai mobil terlaris. Tiguan mengambil porsi 80 persen dari total penjualan VW di seluruh dunia. Prestasinya bahkan mengalahkan Golf, mobil yang lebih ikonik dibanding Tiguan. 

VW membuat 910.926 Tiguan tahun lalu. Diungkapkan setidaknya 1 unit keluar dari pabrik tiap 35 detik. Peningkatannya luar biasa. Memang respons masyarakat sangat positif semenjak kehadiran pertamanya pada 2007. Saat itu produksi tahunannya sebesar 120 ribu unit. Diklaim Volkswagen membuat Tiguan masuk tiga Sport Utility Vehicle (SUV) terpopuler sebuana.

Kesuksesan itu menaruh harapan besar bagi VW. SUV generasi kedua dikabarkan tengah diperbarui. Sejarah Tiguan terbilang panjang.

Pertama kali dikenalkan sebagai model konsep pada 2006, lewat pameran Los Angeles Auto Show. Setahun kemudian dihadirkan versi produksi massalnya melalui Frankfurt Auto Show. Generasi pertama menganut platform B6 yang turut dipakai Passat.

Nama Tiguan sendiri diambil dari perpaduan dua kata Bahasa Jerman, Tiger (Macan) dan Leguan (Iguana). Penentuannya tak dilakukan VW sendiri, tapi berasal dari polling yang digelar salah satu majalah otomotif di Jerman.

Nama itu paling banyak dipilih masyarakat. Kurang menarik? Coba bandingkan dengan finalis lain: Namib, Rockton, Samun dan Nanuk.

Dilengkapi dua baris tempat duduk, Tiguan dapat menampung lima penumpang. Sejatinya dibuat begitu untuk menyaingi keberadaan Honda CR-V dan Toyota RAV4. Tahap awal, mobil diproduksi di pabrik di Wolfsburg (Jerman) dan Kaluga (Russia).

Jantung mekanisnya terdiri dari dua opsi berkonfigurasi empat silinder. Untuk peminum bensin spesifikasi ada dua, yakni 1.4 TSI dan 2.0 TFSI, sedangkan diesel 2.0 TDI.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Tiguan

Pada 2011, VW meremajakannya. Unit dikenalkan di Geneva Motor Show. Pada saat bersamaan versi Tiguan Plus juga dijual. Ini merupakan model yang tubuhnya lebih panjang, guna mengakomodasi ruang bagasi lebih besar atau tambahan jok belakang. Dapur pacu ikut direvisi tenaganya, dan opsi pengunci differential elektronik XDS tersedia. Mesin Bluemotion telah diimplementasikan, tapi cuma di diesel.

Generasi kedua meluncur pada 2016. Terjadi perubahan signifikan, termasuk pakai platform Modular Transverse Toolkit (MQB). Ruang kabin lebih lega, akibat melarnya jarak sumbu roda. Tak hanya itu, sistem pengendalian dikembangkan, termasuk penyematan perangkat keselamatan aktif.

Selang setahun, berubah lagi. Kali ini hadir versi melar atau yang dikenal dengan Allspace, yang merupakan versi Long Wheel Base (LWB). Tujuannya untuk memungkinkan jok baris ketiga masuk lebih proper. Daya angkutnya bertambah dari lima menjadi tujuh penumpang.

Berdasarkan data, interiornya memanjang 10,7 inci dari model yang rilis 2016. Bagasinya juga lebih besar 57 persen. Penerapan Bluemotion mencakup mesin bensin, dan pengenalan teknologi Active Cylinder Management (ACT). Menghasilkan tenaga yang lebih mumpuni, dibarengi efisiensi bahan bakar membaik.

Sumber: Oto.com