Sukses

Bosch Siap Dukung Perkembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Era kendaraan listrik sudah di depan mata. Beragam pabrikan otomotif roda empat dan roda dua sudah memperkenalkan dan meluncurkan berbagai produk kendaraan ramah lingkungan. Bosch sebagai penyedia solusi powertrain menyatakan kesiapan mendukung era kendaraan listrik.

Cepat atau lambat, kita pasti sampai ke masa menikmati kendaraan minim polusi. Walau secara proses ibarat berada di pintu depan. Belum secanggih Eropa atau negara-negara maju lainnya. Regulasi terkait memang sudah ada, namun pengaplikasiannya masih dimatangkan.

Menanggapi elektrifikasi kendaraan di Indonesia, Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell berkomentar, "Presiden baru saja menandatangani perpres mengenai kendaraan listrik. Jadi ya masih ada di tahapan awal. Saya yakin banyak negara lain yang sudah sangat maju menyoal elektrifikasi ini.”

Andrew beranggapan, porsi penggunaan motor bakar di Asia Pasifik masih di titik 70% pada 2030. "Elektrifikasi pasti datang. Seberapa lamanya, nah itu yang sulit diketahui," tambahnya. Cukup berbeda dari pasar Eropa. Mereka berambisi mendominasikan kendaraan listrik di ruas jalan pada 2030.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Bukti Dukungan

Salah satu bukti dukungan supplier komponen asal Jerman, ada di motor listrik Viar Q1. Sepeda motor elektrik rakitan Semarang, Jawa tengah, ini mengadopsi jantung elektrik 800 Watt dari Bosch. Lengkap dengan controllernya. Penggunaan unit penggerak ini, mampu membawa motor meraih kecepatan maksimum 60 kpj. Daya tempuh hingga 120 km berkat dua baterai Li-Ion 60V 23Ah.

Bosch selalu ingin mendukung elektrifikasi roda dua dan roda empat. Mereka percaya elektrifikasi merupakan masa depan powertrain, sehingga membuat divisi pengembangan khusus. Di lain sisi, mereka juga masih yakin motor bakar dapat dikembangkan kualitas dan emisinya.

 

3 dari 3 halaman

Ketersediaan Infrastruktur

Ketersediaan infrastruktur untuk mobilitas listrik turut menjadi perhatian. Mereka melihat infrastruktur merupakan salah satu pendorong utama dalam pengadopsian tenkologi ini. Maka dari itu, pada 2018 menjalin kemitraan bersama Pertamina, menghadirkan stasiun pengisian daya di SPBU Green Energy. Semakin mendekatkan kita pada ambisi 20% porsi kendaraan listrik baru pada 2025.

Prospek bisnis di sini dinilai masih terus berkembang. Bosch melihat potensi Indonesia dengan posisi sebagai hub ekspor dunia. Bukan tidak mungkin, kalau menjadi salah satu pusat produksi komponen mobil listrik.

Infrastruktur mulai tersedia, kita pun mendapatkan model-model mobil bertenaga listrik. Contoh saja Corolla Altis, Camry, X-Trail dan beragam produk lainnya sudah mendapatkan teknologi hybrid. Inilah permulaan dari era mobilitas ramah lingkungan. Perlahan masuk hybrid hingga akhirnya EV yang mulai berkeliaran. Walau belum tahu kapan EV benar-benar menjadi solusi praktis. Yang jelas, era elektrifikasi kendaraan adalah sebuah keniscayaan.

Sumber: Oto.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Apa Perbedaan Mitsubishi Xpander Cross dengan Xpander Biasa?
Artikel Selanjutnya
Touring Pakai Motor Bebek, Pilih Honda Supra GTR150 atau Yamaha MX King 150?