Sukses

Impresi Pertama Menjajal Mobil Listrik Neo Blits di IIMS 2019

Liputan6.com, Jakarta - Di gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, hadir mobil listrik Neo Blits dengan spesifikasi offroad yang dikembangkan oleh pusat studi mobil listrik Universitas Budi Luhur (UBL).

Kali ini Liputan6.com mencoba mengemudikan mobil listrik Neo Blits di area test drive IIMS 2019. Saat masuk ke dalam kabin Neo Blits, jangan berharap akses semudah mobil penumpang. YaLiputan6.com harus masuk melalui celah jendela yang cukup sempit.

Begitu masuk ke dalam, saya disambut oleh interior khas mobil offroad. Sederhana namun terlihat gagah. Fungsi beragam indikator digantikan oleh BMS (Battery Management System) yang menampilkan informasi tegangan baterai, arus, dan lain sebagainya. 

Bucket seat dapat memeluk tubuh dengan erat, ditambah dengan kehadiran sabuk 5 titik yang mengoptimalkan keselamatan. Cara mengatur transmisinya pun sederhana, yaitu dengan menekan tombol I maka mobil siap melaju. Sedangkan jika ingin mundur, tombol tersebut ditekan pada simbol II.

 

2 dari 5 halaman

Saksikan Videonya di Bawah Ini

3 dari 5 halaman

Selanjutnya

Meski dibuat untuk offroad, Neo Blits mengadopsi sistem penggerak belakang. Namun, bisa dikembangkan menjadi 4x4 di masa depan. Neo Blits mengadopsi motor elektrik 48-72 v berpendingin udara yang menghasilkan tenaga 30 Tk.

Baterainya mengadopsi Li-ion 72 volt - 82 volt (terisi penuh), dengan spesifikasi 1036 ampere dan 74,6 kWh. Sayangnya Neo Blits belum melakukan pengukuran torsi miliknya, padahal torsi merupakan salah satu daya tarik kendaraan listrik.  Sebagai perbandingan, tenaganya separuh dari Daihatyu Ayla varian 1,0 liter. 

Saat melakukan akselerasi, saya diimbau untuk menekan pedal gas secara perlahan. Dan memang, torsinya sudah terasa sejak pedal gas ditekan. Menaklukkan rintangan tanjakan pun tak terlalu berarti, Neo Blits dapat melahapnya tanpa khawatir kehilangan tenaga.

Salah satu keunggulan mobil listrik adalah hemat energi saat macet. Berbeda dengan mesin bensin yang tetap melakukan pembakaran di kondisi macet, Neo Blits tak membuang energi saat macet. Terutama tidak ada sistem hiburan dan penyejuk udara di dalam kabin.

Menurut Sujono, Kepala Pusat Mobil Listrik Univ Budi Luhur, Neo Blits memiliki kemampuan untuk menerjang genangan air. " Kemampuan water wading tergantung dari packing baterai. Baterai sudah kita kondisikan agar waterproof. Sebisa mungkin tidak ada celah masuk air. Kita sudah coba saat separuh ban terendam air tidak apa-apa, kira-kira ketinggian 40 cm," ungkap Sujono.

Neo Blits memiliki jarak tempuh mencapai 300 km untuk sekali charge. Untuk pengisian membutuhkan waktu 7-jam di mode fast charging, kalau mode normal 13-14 jam. Neo Blits rencananya akan di-upgrade di bagian drivetrain, 250-300 Tk untuk speed offroad rally, yang artinya hampir 10 kali lipat dari kemampuannya yang sekarang.

4 dari 5 halaman

Galeri Foto

5 dari 5 halaman

Selanjutnya

Loading
Artikel Selanjutnya
Tampil di IIMS 2019, Mobil Listrik Karya Mahasiswa Curi Perhatian
Artikel Selanjutnya
Produksi Mobil Listrik di Indonesia Ditargetkan Tembus 20 Persen pada 2025