Sokong Proyek IKN hingga Tol Bocimi, Lini Konstruksi Jadi Penopang Pendapatan WKI

Membukukan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp848,36 miliar pada 2025, didominasi oleh perolehan dari pasar eksternal.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 03:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anak perusahaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk memaparkan pencapaian kinerja tahun buku 2025 pada Rabu (20/5/2026). Dalam forum strategis tersebut, perseroan mengumumkan raihan kinerja positif sepanjang tahun lalu.

Rapat yang membahas lima mata acara tersebut dipimpin langsung oleh Bambang Dwi Wijayanto selaku Plt. Direktur Utama WKI. Agenda ini juga dihadiri oleh Diana Puspitasari yang bertindak sebagai kuasa dari Plh. Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kuasa pemegang saham mayoritas WKI.

Dalam pemaparannya, Bambang Dwi Wijayanto mengungkapkan bahwa WKI sukses mengantongi Nilai Kontrak Baru (NKB) senilai Rp848,36 miliar. Capaian ini sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap total pendapatan usaha perseroan pada tahun 2025.

"Realisasi perolehan NKB tercapai sebesar 100,07 persen dari target yang telah ditetapkan, melanjutkan kinerja baik tahun sebelumnya," ujar Bambang.

Bambang merinci, perolehan NKB tersebut disumbang oleh beberapa lini bisnis yang dikelola oleh perusahaan, meliputi:

-Lini Konstruksi: Berkontribusi paling besar dengan porsi 76,55 persen atau senilai Rp649,45 miliar.

-Lini Trading: Berkontribusi sebesar 15,13 persen atau senilai Rp128,36 miliar.

-Lini Pengelolaan Alat Berat: Berkontribusi sebesar 8,10 persen atau senilai Rp68,70 miliar.

-Lini Manufaktur: Berkontribusi sebesar 0,22 persen atau senilai Rp1,84 miliar.

Sektor konstruksi tetap menjadi andalan utama perseroan berkat portofolio WKI dalam mendukung sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Beberapa proyek besar yang digarap di antaranya adalah Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (KAPB), Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), dan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Sejalan dengan Strategi Jangka Panjang

Struktur perolehan kontrak ini menunjukkan perbaikan kompetensi perseroan di pasar industri. Sebanyak 75,36 persen dari total kontrak baru tersebut berhasil didapatkan dari pasar eksternal (di luar grup Waskita).

Pergeseran ini sejalan dengan strategi jangka panjang WKI untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha melalui perluasan pasar luar.

Capaian apik ini mendapat apresiasi tinggi dari Ferry Akbar Pasaribu selaku Komisaris Utama WKI, yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Pembiayaan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

“Dewan Komisaris Perseroan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direksi beserta seluruh jajaran manajemen dan karyawan atas dedikasi, kerja keras, serta komitmen yang telah ditunjukkan dalam menjalankan strategi dan operasional Perseroan sepanjang tahun 2025,” kata Ferry.

Menatap periode bisnis selanjutnya, WKI berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental usaha, memperketat manajemen risiko, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Langkah ini diambil demi mewujudkan visi perusahaan sebagai mitra tepercaya di bidang infrastruktur dan energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan di Indonesia.