Liputan6.com, Jakarta - Pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR) dinilai menjadi alternatif realistis untuk menekan risiko kesehatan akibat merokok bagi perokok dewasa yang sulit berhenti sepenuhnya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Amaliya mengatakan pendekatan THR melalui penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantung nikotin bertujuan meminimalkan dampak risiko kesehatan.
Menurutnya, konsep tersebut diterapkan ketika upaya berhenti merokok secara total belum dapat direalisasikan oleh perokok aktif.
Advertisement
Amaliya mengibaratkan strategi THR seperti penggunaan helm atau sabuk pengaman saat berkendara.
Langkah tersebut tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, tetapi dapat mengurangi potensi dampak fatal.
“Konsep pengurangan bahaya ditujukan bagi perokok aktif yang sulit berhenti agar beralih ke produk berisiko lebih rendah, bukan sebagai pintu masuk bagi non-perokok atau anak muda untuk mulai mengonsumsi nikotin,” kata Prof. Amaliya, Minggu (17/5/2026).
Ia menilai THR perlu dipahami sebagai instrumen kebijakan kesehatan publik yang berbasis bukti ilmiah dan perlindungan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada pembatasan atau larangan, tetapi juga perlu mendorong strategi yang lebih aplikatif untuk mengurangi dampak kesehatan akibat konsumsi rokok.
“Kebijakan seharusnya tidak hanya berfokus pada larangan, namun pada langkah realistis untuk mengurangi dampak buruk merokok terhadap kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, implementasinya perlu dikawal dengan regulasi, edukasi, dan pengawasan demi kepentingan kesehatan masyarakat luas,” ujarnya.
Tak Lalui Proses Pembakaran yang Hasilkan TAR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2965306/original/043184900_1573551046-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-5.jpg)
Sejalan dengan itu, penelitian bertajuk Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan produk tembakau dipanaskan memiliki kadar senyawa toksikan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.
Peneliti BRIN, Profesor Bambang Prasetya menyebut hal tersebut terjadi karena produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran yang menghasilkan TAR.
“Karena tidak adanya proses pembakaran yang menghasilkan TAR, produk tembakau alternatif mengindikasikan potensi penurunan risiko kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan bakar,” kata Bambang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/3551590/original/000918100_1629951582-rokok_pemuda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/134/original/013530700_1671867028-WhatsApp_Image_2022-12-24_at_14.27.25.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4726374/original/031672600_1706183452-20240125-Cukai_Vape-FAI_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532769/original/055140400_1773678262-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_17.13.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5957857/original/068763900_1778854194-ep-05-operasi-biawak-4ee139.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6031332/original/012343900_1778922389-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_11.19.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5630900/original/062467600_1778229042-episode-10-e04502.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772023/original/003677500_1778674939-KV_MASTER_LANDSCAPE_PAW_PATROL_MAIN_KV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5771606/original/094240000_1778674598-VENDETTA_-_Main_KV_-_Poster_-_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5758911/original/043359500_1778661877-LALIGA_2025_MATCH_ATK_BOLA_Alaves_vs_Barcelona.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672814/original/035620900_1778498015-Imperfect_The_Series_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)