Presiden Berbelasungkawa untuk Korban Gempa

Presiden menginstruksikan tanggap darurat dan meminta jajarannya bertindak sesegera mungkin untuk menangani korban gempa berkekuatan 8,7 skala Richter di Nias, Sumut. TNI dan Polri siap mengirim bantuan.

Diterbitkan 30 Maret 2005, 00:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang mengguncang Pulau Nias, Sumatra Utara, dan Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin malam. "Atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia saya mengucapkan belasungkawa pada warga yang mengalami musibah," kata Presiden SBY kepada pers di Jakarta, Selasa (29/3).

Hingga kini, pemerintah masih berupaya mengumpulkan data korban dan kerusakan akibat gempa. Pemerintah akan memprioritaskan evakuasi serta pertolongan medis bagi korban luka-luka. Sebelumnya, Presiden memimpin rapat kabinet terbatas untuk menentukan langkah awal pemerintah menangani bencana gempa bumi Nias yang diperkirakan menewaskan seribu korban. Dalam sidang yang berlangsung tiga jam ini, Presiden menginstruksikan tanggap darurat dan meminta jajarannya mengambil tindakan sesegera mungkin.

Kepada pers, Yudhoyono mengatakan, pemerintah pusat dan daerah terus mengupayakan bantuan bagi korban. Pihak TNI telah menyiapkan Batalyon Zeni dengan empat unit helikopter dan dua Kapal RI (KRI) untuk mengirimkan bantuan tenaga, obat-obatan, dan makanan. Sementara Polri juga mengirimkan tenaga medis. Presiden SBY juga menyatakan, Singapura dan Australia telah mengkonfirmasi kesiapan mereka untuk memberikan bantuan.

Pemerintah Kabupaten Nias memperkirakan jumlah korban tewas mencapai angka seribu orang. Hingga kini, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, lumpuh total. Saluran komunikasi terputus dan listrik padam [baca: Gempa Melumpuhkan Kota Gunung Sitoli].(TNA/Zulkarnain dan Johny Akbar)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6