Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Senin, (5/10/2026). Harga perak Antam hari ini menguat mengikuti harga perak dunia dan harga emas Antam.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini naik Rp 350 menjadi Rp 40.900. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam di posisi Rp 40.550.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 10.750.000, perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 20.575.000.
Advertisement
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 1,38% menjadi US$ 61,19.
Harga perak naik melampaui US$ 61 per ons pada Senin, membalikkan penurunan sesi sebelumnya setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi tekanan pada Federal Reserve (the Fed) untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 lapangan kerja pada September, jauh di bawah ekspektasi penambahan 90.000 menyusul angka penambahan Agustus yang direvisi turun menjadi 133.000. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat secara tak terduga menjadi 3,0%, laju terlemah sejak Mei 2021.
Pasar kini memperhitungkan peluang hampir 80% The Fed akan mempertahankan kebijakan tidak berubah bulan ini, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember tetap berada di kisaran 69%.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi Treasury yang tinggi terus membebani logam mulia, dengan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bergerak di dekat level tertinggi sejak 2002. Para pelaku pasar juga menghadapi risiko yang meningkat di Timur Tengah seiring langkah pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi meluncurkan operasi militer skala penuh untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran.
Harga Emas Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
Sebelumnya, harga emas melemah pada Jumat, 2 Oktober 2026 (Sabtu pagi Jakarta), membalikkan kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya. Penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) menekan aset tanpa imbal hasil ini, sehingga emas berada di jalur penurunan mingguan.
Mengutip CNBC, Sabtu (3/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi US$ 4.145,68 per ons. Sementara kontrak berjangka AS turun 0,7% menjadi US$ 4.173,50 per ons.
Meski dolar AS sempat turun tipis, mata uang ini masih berada di jalur penguatan mingguan. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 dan 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002 pada Kamis.
Emas sempat melonjak lebih dari 1% awal sesi setelah data menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja AS bulan September melambat melebihi perkiraan. Namun, harganya kemudian berbalik turun.
Laporan ketenagakerjaan dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat menunjukkan penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) hanya bertambah 29.000 bulan lalu, setelah revisi ke bawah untuk angka Agustus sebesar 133.000. Padahal, para ekonom dalam survei Reuters memproyeksikan kenaikan 90.000, setelah sempat dilaporkan melonjak 162.000 pada Agustus.
"Para investor emas tampaknya belum ingin terburu-buru mengambil risiko, menyadari bahwa Bank Sentral AS (The Fed) masih cenderung mempertahankan sikap ketat (hawkish)," kata analis pasar utama di Bybit, Han Tan.
"Dalam beberapa bulan ke depan, arah pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada sejauh mana The Fed bersedia menoleransi potensi pelemahan pasar tenaga kerja, dengan fokus utama tetap pada upaya meredam inflasi AS."
Advertisement
Harga Emas Turun 20% Sejak Perang AS-Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
Sebelumnya, emas telah merosot lebih dari 20% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Penurunan ini didorong oleh perkiraan bahwa inflasi akibat konflik tersebut dapat mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Data inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan, ditambah penolakan dari setidaknya dua pejabat tinggi The Fed terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober, memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada akhir bulan ini.
Berdasarkan alat CME FedWatch, para pelaku pasar saat ini melihat peluang kenaikan suku bunga AS bulan ini hanya sekitar 22%, turun drastis dari sekitar 70% pada awal pekan.
"Prospek teknis pada grafik masih terlihat cukup buram, dan harga emas bisa merosot lebih dalam jika siklus kenaikan suku bunga kembali berlanjut," ujar analis di Marex, Edward Meir.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 1,1% menjadi US$ 60,17, platina merosot 1,9% menjadi US$ 1.692, dan paladium melemah 0,4% menjadi US$ 1.166,25. Ketiga logam mulia tersebut juga berpotensi mencatatkan kerugian mingguan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)