Jokowi Ditagih Warga Marunda yang Mengaku Keluarga Keraton Solo

Jokowi mengatakan tak ada masalah lagi soal pembebasan lahan dalam pembangunan Waduk Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Diterbitkan 18 Februari 2014, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jokowi mengatakan tak ada masalah lagi soal pembebasan lahan dalam pembangunan Waduk Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Namun, fakta di lapangan berkata lain. Saat mengunjungi waduk seluas 56 hektare itu, Jokowi dihampiri oleh beberapa orang warga yang mengaku belum mendapat ganti rugi.

Pantauan Liputan6.com, saat sedang meninjau pembangunan waduk, tiba-tiba Jokowi dihampiri oleh beberapa orang. Mereka memperlihatkan beberapa salinan dokumen.

Dokumen lahan yang belum dilunasi oleh pihak pengembang, yang menyerahkan sebagian lahan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan Waduk Marunda. Salah seorang anak remaja berkerudung langsung menghampiri Jokowi dan menyerahkan beberapa lembar dokumen.

"Pak Jokowi, kemarin tanah bapak belum dibayar. Ayah saya kasih ini untuk Bapak baca," ujar perempuan tersebut di Waduk Marunda, Selasa (18/2/2014).

"Kok kamu yang kasih? Bapaknya mana? Bapaknya saja suruh ke sini," tutur Jokowi kepada perempuan berkerudung tersebut. "Bapak saya sedang kerja Pak, saya yang disuruh kasih ini ke Bapak untuk Bapak baca," jawab perempuan itu.

Jokowi pun lantas membaca sekilas dokumen yang diserahkan itu. "Ini dulu dengan siapa sengketanya, masalahnya di mana?," tanya Jokowi.

Salah seorang staf dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengikuti Jokowi pun langsung menjelaskan masalah lahan yang disoal itu. Petugas lalu menjelaskan perempuan dan orangtuanya beberapa waktu lalu sempat mendatangi Kantor Wali Kota Jakarta Utara untuk menyampaikan hal yang sama.

Namun, klaim atas lahan atas nama Ragil itu tidak dapat diteruskan karena bapak dan perempuan itu tidak dapat membuktikannya dengan membawa sertifikat asli tanah itu. Karena permohonannya tidak dikabulkan, Ragil bahkan mengaku sebagai saudara dari Jokowi.

"Dia sudah ke Walikota Pak, malah dia ngaku-ngakunya sebagai saudara Bapak (Jokowi). Namanya Pak Ragil, dia ngaku masih keturunan Keraton Solo Pak," kata petugas itu kepada Jokowi.

Mendengar ucapan tersebut, Jokowi hanya tertawa. Jokowi pun mengaku tak kenal dengan orang yang dimaksud. "Ya itu siapa? Saya bukan orang keraton kok, saya cuma orang desa," ujar Jokowi sambil tertawa.

Walau, terlihat heran, Jokowi tetap menerima dokumen yang diberikan oleh perempuan tersebut dan meminta nomor telepon Ragil untuk dimintai keterangan olehnya. "Ya sudah, mana nomor telepon bapaknya, nanti ya ke Balaikota," pinta Jokowi.

Waduk seluas 56 hektare itu nantinya diproyeksikan akan menampung air yang berasal dari wilayah Jakarta Timur. Air dari Kanal Banjir Timur (KBT) masuk ke Kali Blencong dan kemudian mengalir ke Waduk Marunda. Apabila waduk tersebut penuh, tersedia pompa untuk membuang air ke laut.

Waduk yang pembangunannya dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini ditargetkan selesai dalam 1 tahun. Setelah Waduk Marunda, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI akan melanjutkan membangun waduk di kawasan Timur dan Barat Jakarta.

Waduk itu akan dibangun pada lahan seluas 50 hektare. Namun, Pemprov DKI baru akan mengerjakan 30 hektare lahan. Sebab, 26 hektare sisanya masih dalam proses pembebasan lahan untuk dibangun taman rekreasi. (Eks/Ism)

Baca juga:
Bangun Waduk Marunda, Jokowi: Warga yang Ngejar Pemprov
Kunjungi Waduk Marunda, Jokowi Cek Kesiapan Alat Berat
Tanggul Raksasa Jokowi Masih Dipelajari Kementerian PU

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6