Sempat Ditutup Akibat Besi Dicuri, JPO Kyai Maja Kembali Dibuka

JPO di Jalan Kyai Maja kembali dibuka setelah Pemprov DKI memperbaiki 20 pelat besi anak tangga yang sempat dicuri.

Diterbitkan 23 September 2026, 17:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • JPO Kyai Maja dibuka kembali setelah perbaikan pelat tangga yang dicuri.
  • Pencurian pelat besi terjadi bertahap, membuat JPO berbahaya bagi pejalan kaki.
  • Warga meminta pengawasan CCTV diperketat untuk mencegah pencurian berulang.

Liputan6.com, Jakarta - Perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhirnya rampung. Fasilitas penyeberangan ini telah kembali dibuka untuk umum usai sempat ditutup sementara akibat aksi pencurian pelat besi anak tangga.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (23/9/2026), pejalan kaki kini sudah bisa melintas dengan aman. Pelat besi yang sebelumnya raib, kini telah diganti dengan material baru berwarna hijau tua.

Seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi, Sadulah (39), menceritakan bahwa puluhan pelat besi tangga JPO tersebut diduga digondol maling secara bertahap selama dua bulan terakhir.

“Kalau di sini memang saya perhatikan hilangnya tuh berangsur, enggak hilang sekaligus. Kayak seminggu dua, bisa seminggu kemudian lagi begitu,” ujar Sadulah saat ditemui Liputan6.com, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, kondisi JPO yang sebelumnya jelas sangat membahayakan bagi pejalan kaki yang hendak menyebarang. Karena itu, dia tak mempersalahkan bila JPO tersebut ditutup.

"Sempat ditutup sementara, tapi hari ini sih sudah normal kembali ya. Tangganya juga sudah diperbaiki, kalau sebelumnya masih berbahaya karena bolong-bolong kan,” tuturnya.

 

Minta Pengawasan Diperketat

Menurut Sadulah, keberadaan JPO ini sangat penting untuk menunjang aksesibilitas warga dan aktivitas usahanya sehari-hari.

“Saya sih terbantu sekali, apalagi sekarang sudah bagus, jadi menurut saya ini memudahkan akses jualan saya karena kan ada pembeli saya juga yang berada di antara Kolam Renang sama Kejaksaan Agung ini,” kata Sadulah.

Mengingat insiden pencurian tersebut berulang, ia berharap pemerintah daerah memperketat pengawasan dengan menambah kamera pengawas di sekitar lokasi.

“Meski udah bagus dan diperbaiki pemerintah ya, menurut saya biar kejadian ini enggak dimaling lagi, ya kita harap ada CCTV aja di sekitar lokasi, karena kan selama ini memang enggak ada. Untuk menghindari hal-hal itu aja, karena mereka nih kayaknya udah tau taktiknya jadi kejadian lagi-kejadian lagi,” pungkas Sadulah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6