Kopdes Disiapkan Jadi Penyalur Bantuan dan Pembeli Gabah

Koperasi desa disiapkan sebagai infrastruktur pemerintah dan offtaker.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 22:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KDMP adalah infrastruktur pemerintah penyalur bantuan dan barang subsidi.
  • KDMP akan membeli gabah/jagung petani jika harga pasar di bawah ketetapan pemerintah.
  • Program ini diputuskan dalam rapat dengan Presiden Prabowo, akan disosialisasikan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan sistem Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berbeda dengan supermarket. Program tersebut menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan semua bantuan kepada para penerima manfaat.

"Koperasi Desa Merah Putih sebagai infrastruktur pemerintah nanti menyalurkan bantuan-bantuan, seluruh bantuan. Kemudian juga menyalurkan seluruh barang-barang subsidi," kata Zulhas usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, Koperasi Desa juga sebagai wadah bagi petani untuk menjual gabah dan hasil produksinya, apabila harga jual di pasaran tak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Nantinya, KDMP akan mengambil sebagai pembeli.

"Dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai apa namanya pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah," tuturnya.

Zulkifli mengungkapkan, peran KDMP sebagi infrastruktur menyalurkan bantuan, barang subsidi dan wadah bagi petani menjual hasil panen gabah dan jagung, sudah diputuskan dalam rapat bersama presiden.

"Tadi baru diputuskan yang gabah sama jagung ya, gabah sama. Yang sudah diputuskan gabah sama jagung yang harganya ditentukan oleh pemerintah. Kalau masih di bawah itu, maka Kopdes bisa ambil alih," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Rapat berlangsung di kompleks Istana dan menghimpun pejabat lintas kementerian serta lembaga yang berkaitan dengan urusan desa, perdagangan, sosial, pengawasan keuangan, dan ketahanan pangan.

Sosialisasi KDMP Lewat 10 Asosiasi Desa

Menteri Desa Yandri Susanto belum memerinci substansi teknis yang akan dibahas dalam rapat bersama Presiden. Ia menyebut pihaknya menyiapkan sosialisasi KDMP agar dipahami kepala desa dan perangkatnya.

"Ya, kalau kami lebih banyak melakukan sosialisasi kepada para kepala desa dan perangkat desa. Karena itu, kami menggandeng 10 asosiasi desa agar mereka memahami manfaat kebijakan Koperasi Desa Merah Putih bagi desa," tutur Yandri.

"Karena menggunakan dana desa, tentu harus kita kawal bersama agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," sambungnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6