Banjir kembali merendam permukiman warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, akibat hujan yang mengguyur sejak Senin 3 Februari malam. Selain itu, banjir juga disebabkan meluapnya Kali Ciliwung yang letaknya melintasi permukiman warga.
Belajar dari banjir sebelumnya, sebagian warga Kampung Pulo kini tak lagi bermalas-malasan di pengungsian. Dengan banjir setinggi 4 meter dan kemungkinan masih lama untuk bisa kembali ke rumah, mereka memanfaatkan waktu yang ada dengan berjualan di atas trotoar.
Salah satunya Suryati (40), warga RW 002 Kampung Pulo, yang rumahnya masih terdapat genangan air. Dia memanfaatkan waktu menunggu banjir surut dengan berjualan ketupat sayur di sekitar Jalan Jatinegara Barat. Dari pengakuan Suryati, sejak pukul 09.00 WIB, setidaknya dagangannya sudah terjual 10 porsi.
"Hari ini lumayan, ada saja orang yang makan di sini," kata Suryati saat berbincang dengan Liputan6.com di lokasi, Selasa (4/2/2014) siang.
Untuk menarik konsumen, Suryati mengaku tidak menaikkan harga jual. Apalagi sebagian pembelinya merupakan para pengungsi banjir Kampung Pulo juga.
"Satu porsi ketupat sayur saya biasa jual Rp 5 ribu, kalau pakai telur dan gorengan cuma Rp 8 ribu. Kebanyakan yang beli konsumen tetap. Tapi kali ini juga ada warga yang hilir mudik menyaksikan banjir di sini," ucap Suryati.
Suryati mengatakan, hasil dari berjualan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama kediamannya terendam banjir. "Saya orangnya tidak betah diam. Kalau tidak berjualan, penghasilan untuk makan sehari-hari dari mana?" tutup Suryati. (Ado/Sss)
Baca Juga:
Halte Jadi Lokasi Pengungsi Banjir, Transjakarta Stop Operasi
[VIDEO] Jalan Angkasa Jakpus Terendam Banjir Hingga 50 Cm
Jalan Rawa Domba Duren Sawit Jaktim Terputus Banjir
Ahok: Sampai Kiamat, Kampung Pulo Bakal Banjir
Korban Banjir Kebon Baru: Sudah Dikasih Makan, Jangan Nolak
Belajar dari banjir sebelumnya, sebagian warga Kampung Pulo kini tak lagi bermalas-malasan di pengungsian. Dengan banjir setinggi 4 meter dan kemungkinan masih lama untuk bisa kembali ke rumah, mereka memanfaatkan waktu yang ada dengan berjualan di atas trotoar.
Salah satunya Suryati (40), warga RW 002 Kampung Pulo, yang rumahnya masih terdapat genangan air. Dia memanfaatkan waktu menunggu banjir surut dengan berjualan ketupat sayur di sekitar Jalan Jatinegara Barat. Dari pengakuan Suryati, sejak pukul 09.00 WIB, setidaknya dagangannya sudah terjual 10 porsi.
"Hari ini lumayan, ada saja orang yang makan di sini," kata Suryati saat berbincang dengan Liputan6.com di lokasi, Selasa (4/2/2014) siang.
Untuk menarik konsumen, Suryati mengaku tidak menaikkan harga jual. Apalagi sebagian pembelinya merupakan para pengungsi banjir Kampung Pulo juga.
"Satu porsi ketupat sayur saya biasa jual Rp 5 ribu, kalau pakai telur dan gorengan cuma Rp 8 ribu. Kebanyakan yang beli konsumen tetap. Tapi kali ini juga ada warga yang hilir mudik menyaksikan banjir di sini," ucap Suryati.
Suryati mengatakan, hasil dari berjualan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama kediamannya terendam banjir. "Saya orangnya tidak betah diam. Kalau tidak berjualan, penghasilan untuk makan sehari-hari dari mana?" tutup Suryati. (Ado/Sss)
Baca Juga:
Halte Jadi Lokasi Pengungsi Banjir, Transjakarta Stop Operasi
[VIDEO] Jalan Angkasa Jakpus Terendam Banjir Hingga 50 Cm
Jalan Rawa Domba Duren Sawit Jaktim Terputus Banjir
Ahok: Sampai Kiamat, Kampung Pulo Bakal Banjir
Korban Banjir Kebon Baru: Sudah Dikasih Makan, Jangan Nolak
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/631500/original/ribuan-rumah-banjir-140130b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3422244/original/091053300_1617783755-079120000_1577866352-20200101-Ciliwung-Meluap_-Banjir-Rendam-Kawasan-Rawajati-6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275176/original/062767300_1672218796-Banjir_Rob_Landa_Pelabuhan_Muara_Baru-Johan_Tallo-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598578/original/064617400_1782571376-45020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6288069/original/066119800_1779162912-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_10.50.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317831/original/057267600_1786073761-1001533614.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157995/original/011737100_1781012420-881b2d34-1720-4f86-bb9c-162813251fc7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315052/original/041338200_1785825387-81e7716a-5d0a-474c-a05f-b4b702088781.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307332/original/087306600_1784987684-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4611273/original/050233000_1697359523-gempa_di_afghanistan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300977/original/013661400_1784430700-1001093267.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293778/original/003853400_1783749970-v2l_h-1500x844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294150/original/024991100_1783814743-Untitled.jpg)