Cerita Walikota Risma Benahi Mental Pekerja KBS

Selain membenahi satwa, Risma juga mengaku sedang membenahi mental para pekerja di KBS.

Diterbitkan 21 Januari 2014, 17:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Konflik berkepanjangan dalam pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) membuat kesehatan satwa yang ada menjadi terabaikan. Kini, Pemerintah Kota Surabaya bertekad membenahi KBS dengan menerapkan standar internasional.

"Kemarin itu kan konflik sekian tahun. Itu membuat kondisi satwanya buruk sekali," ujar Walikota Surabaya Tri Risma Harini usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Banyak faktor yang membuat satwa itu menjadi buruk kondisinya. Risma mencontohkan soal makanan serta luas kandang yang tidak memadai. "Saat ini yang paling kritis itu harimau, hampir semua jenis harimau. Jumlahnya saya lupa. Itu kandangnya terlalu sempit," jelasnya.

Ketika ditanya jumlah keseluruhan satwa di KBS yang sakit, Risma mengaku belum tahu karena sedang diteliti tim dari Universitas Airlangga Surabaya. "Nanti kita lihat, kan nanti ada evaluasi dari Unair untuk kesehatan satwanya itu," jelasnya.

Selain soal satwa, Risma mengaku juga sedang membenahi mental para pekerja di KBS. Bahkan, pernah dia datang pagi-pagi untuk memberi contoh kepada mereka. "Saya datang setengah 6 pagi dan nungguin di situ. Saya jaga itu petugas-petugas kandangnya. Mereka biasanya datang jam 8, terpaksa datang setengah 6," ceritanya.

Cara itu, menurut Risma, dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme para pekerja KBS, apalagi dengan tuntutan warga Surabaya yang tinggi saat ini.

"Mereka kan harus profesional, sekarang tidak bisa, tuntutan masyarakat tinggi. Mereka nggak ngikutin tinggi, saya pun juga gitu. Dulu masyarakat Surabaya nuntutnya nggak kayak gini. Tapi saya harus bekerja lebih karena masyarakat Surabaya tuntutannya tinggi," pungkas Risma.

Kemarin, Risma telah datang ke Gedung KPK untuk melaporkan kisruh pengelolaan KBS. Menurut Risma, sejak KBS diambil alih kepengurusannya oleh sekelompok orang, pengelolaan itu tidak berjalan baik.

Tercatat puluhan satwa hilang. Bahkan Risma sempat menemukan adanya pertukaran hewan dengan sebuah mobil. Risma pun mengaku melaporkan sejumlah oknum ke KPK yang diduga melakukan penyalahgunaan izin wewenang tersebut. Sayangnya, Risma enggan menyebutkan siapa saja yang dilaporkan. (Ali/Sss)

Baca juga:

Menhut: Utamakan Kesejahteraan Satwa KBS
Risma: Ada yang Saya Laporkan ke KPK, Besok Ambil Alih KBS
Walikota Risma: Hewan KBS Tak Bisa Ditukar Mobil Innova
Hasil Audit KBS: Dana Rp 4 M `Nyangkut`, 400 Satwa Pindah Tangan

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6