2 Pelaku Bully Bocah hingga Koma di Jakpus Diamankan, 1 Ditahan

Meski tidak ditahan, proses hukum terhadap anak tersebut tetap berjalan.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua anak berinisial ALR (17) dan RM (13), diduga pelaku bully bocah 6 tahun hingga koma, diamankan. Insiden itu terjadi di kawasan RPTRA Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

"Perkara ini kami tangani secara profesional dan mengedepankan perlindungan terhadap anak sebagai korban. Berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kedua anak yang diduga terlibat telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Ditambahan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, untuk pelaku berusia 17 tahun sudah ditahan. Sementara pelaku RM dikembalikan kepada orang tua karena masih di bawah umur. Meski tidak ditahan, proses hukum terhadap anak tersebut tetap berjalan.

“Satu ditahan, satu dikembalikan ke orang tuanya tapi tetap dalam laporan,” kata Erlyn.

 

Pengakuan Pilu Ibu Korban

Vira Ismayanti (26) menceritakan kejadian memilukan yang dialami putranya. Saat kejadian , dia sedang bekerja nyetrika.

Setelah mendapat kabar tersebut, dia langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri putranya yang sudah tergeletak. MWP langsung dilarikan ke rumah sakit.

Hal yang membuat Vira jengkel, teman-teman MWP tidak langsung memberikan pertolongan. Bahkan, menurut dia, beberapa orang dewasa di lokasi hanya menyaksikan kejadian tersebut.

Vira sempat membawa buah hatinya ke rumah sakit terdekat. Namun, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kepanikannya memuncak ketika MWP sempat berhenti bernapas.

Dalam kondisi kritis, Vira hanya berharap keajaiban datang untuk menyelamatkan anaknya. Menurut dia, dokter kemudian memberikan penanganan intensif sebelum MWP dipindahkan ke ruang ICU.

Saat kondisinya mulai membaik dan sadar, MWP akhirnya menceritakan apa yang dialaminya. Kepada sang ibu, bocah itu mengaku kerap menjadi sasaran kekerasan oleh teman-temannya.

"Besok harinya dia bilang, 'Mama, aku kemarin habis digebuk sama teman-teman'," ujar Vira.

Ketika ditanya penyebabnya, MWP mengaku sering dimintai uang oleh teman-temannya. Jika tidak diberi, ia akan dijauhi dan tidak diajak bermain.

"Katanya kalau main ke lapangan harus minta uang dulu. Kalau aku enggak dikasih uang, aku enggak ditemenin sama mereka," tutur Vira menirukan pengakuan anaknya.

Menurut Vira, praktik meminta uang tersebut tidak hanya dialami putranya, tetapi juga beberapa anak lain yang sering bermain di kawasan tersebut. Uang yang diminta kemudian digunakan para pelaku untuk membeli jajanan.

"Katanya buat jajan-jajan," ujarnya.

Bukan Kejadian PertamaVira mengungkapkan perundungan terhadap putranya bukan kali pertama terjadi. Beberapa minggu sebelumnya, sandal milik MWP sempat disembunyikan di atas pohon oleh teman-temannya.

"Saya sih baru dengar-dengar dua kali ya, yang sandal itu disembunyikan. Terus nggak lama katanya sih begini," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6