Dishut Kaltim Ungkap 5 Program Prioritas Jaga Kelestarian Ekosistem Hutan

Dishut Kaltim melindungi kelestarian ekosistem lingkungan setempat melalui lima program prioritas secara terukur. Apa sajakah?

Diterbitkan 09 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dishut Kaltim jalankan lima program prioritas untuk kelestarian hutan dan masyarakat.
  • Program meliputi pengelolaan hutan, konservasi SDA, dan pemberdayaan masyarakat perdesaan.
  • Juga mengelola DAS Bengalon, layanan publik, mitigasi iklim, dan jaga keanekaragaman hayati.

Liputan6.com, Jakarta - Dishut Kaltim atau Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur melindungi kelestarian ekosistem lingkungan setempat melalui lima program prioritas secara terukur.

"Kelima program prioritas ini menjadi fokus utama kami dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dishut Kaltim Mohamad Subiantoro di Samarinda, melansir Antara, Selasa (9/6/2026).

Dia memaparkan, program pertama berfokus pada pengelolaan hutan melalui target produksi hasil hutan kayu yang menembus angka 6,4 juta meter kubik per tahun.

"Program kedua merupakan langkah konservasi sumber daya alam hayati untuk mengamankan kawasan bernilai ekosistem penting yang memiliki total luasan mencapai 95.337 hektare," kata Subiantoro.

Dia melanjutkan, pada program ketiga, pemerintah provinsi (pemprov) memfokuskan pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan guna mengelola kawasan perhutanan sosial seluas 20 ribu hektare.

"Pemberdayaan masyarakat tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi kelompok tani hutan sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga lokal," ucap Subiantoro.

 

Program Lainnya yang Didukung

Menurut Subiantoro, pihaknya juga mengusung program keempat yang menyasar pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengalon dengan cakupan area kelola seluas 338.381 hektare.

Melalui program pengelolaan daerah aliran tersebut, persentase tutupan lahan pada kawasan sempadan sungai akan terus dipertahankan pada angka ideal 65,04 persen.

"Program kelima difungsikan sebagai penunjang urusan pemerintahan daerah provinsi untuk memastikan tingkat kepuasan layanan kesekretariatan yang optimal bagi publik," ucap dia.

"Dishut Kaltim menjamin keluhan masyarakat terkait penggunaan layanan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan," sambung dia.

Dalam aspek mitigasi perubahan iklim, dinas tersebut telah mencatatkan satu unit pengelola hutan yang resmi melakukan kegiatan jasa lingkungan karbon.

"Indeks pengelolaan keanekaragaman hayati juga terus dijaga pada level 0,540 sebagai wujud kepedulian terhadap keseimbangan flora dan fauna perintis," jelas Subiantoro.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6