Sukses

Wiranto Beber Penyebab Seteru dengan Rhoma Irama

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memaparkan awal mula polemik yang melibatkan dirinya dengan calon presiden PKB Rhoma Irama. Polemik itu disebabkan kesalahpahaman media atas pendapatnya soal Capres 2014 dalam diskusi di LIPI, 13 Desember 2013 lalu.

Menurut Wiranto, diskusi bertema sumber daya manusia itu mengundang para calon presiden. Namun saat itu yang hadir hanya dirinya dan Yusril Ihza Mahendra yang merupakan capres dari Partai Bulan Bintang (PBB). Dalam diskusi itu, Wiranto mengeluarkan pendapatnya.

"Di sini saya menyampaikan, untuk memahami maslah penelitian di Indonesia kurang mendapatkan porsi yang cukup dengan anggaran sebesar 0,08 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kita," kata Wiranto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Wiranto melanjutkan pernyataannya saat itu bahwa para pemimpin harus paham kondisi tadi. Kebijakan pemerintah diperlukan untuk meningkatkan daya saing bangsa. "Kita tidak bisa meningkatkan daya pikir SDM semua hanya dengan riset and development, itu tentu harus ada kebijakan, kebijakan itu muncul dari para pemimpin," sambung mantan Panglima TNI ini.

Bagi Wiranto, seorang pemimpin harus punya SDM yang mumpuni. Termasuk partai politik yang mencetak para pemimpin. Dia mengklaim dalam diskusi itu tak ada pernyataannya yang menyerang calon presiden lainnya. "Jadi saya tidak menyinggung capres manapun, nama-nama para tokoh," tutur Wiranto.

Namun setelah diskusi itu Wiranto mengaku terkejut dengan pemberitaan soal pernyataannya yang menyerang calon presiden dari partai lain. "Lalu usai saya dari LIPI ada kata-kata di media sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan calon presiden. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan jadi presiden," katanya.

"Kenapa muncul seakan-akan salah pengertian, saya sebagai pelaku kaget kenapa ada berita seperti itu" tambah dia.

Setelah membaca berita itu, Wiranto lantas mengonfirmasi ke LIPI dan menyatakan tidak ada pernyataannya yang menyerang kandidat presiden lain. "Kita boleh bersaing tapi tidak boleh menjatuhkan," pungkas Wiranto. (Eks/Ism)