Sukses

Rhoma Irama Vs Wiranto, Pengamat: Keduanya Tak Elegan

Calon Presiden (Capres) Partai Hanura, Wiranto beberapa waktu lalu menyindir capres dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga merupakan pedangdut kondang, Rhoma Irama.

Akibat sindiran mantan Panglima TNI itu, Rhoma pun geram. Pria yang dijuluki raja dangdut itu kemudian menantang Wiranto berdebat tentang visi dan misi sebagai capres.

Namun, saling sindir antara Rhoma dan Wiranto itu dinilai tak mencerminkan seorang negarawan. Apalagi kedua tokoh itu dinobatkan sebagai capres dari masing-masing partainya.

"Baik Wiranto ataupun Rhoma tidak ada elegen dua duanya. Sama-sama tidak berkelas," kata Pakar Psikologi Politik Hamdi MulukĀ  ketika dihubungi Liputan6.com, Minggu (15/12/2013).

Hamdi menambahkan, sindiran Wiranto yang menyebut Rhoma tak pantas maju sebagai capres tak menunjukkan Wiranto sebagai seorang negarawan. Sebaliknya, tantangan Rhoma kepada Wiranto untuk beradu visi dan misi sebagai capres seharusnya tak perlu dilakukan.

"Wiranto kan nyindir Rhoma awalnya, saya kira itu tidak menunjukkan seorang negarawan apalagi disebut sebagai capres. Seharusnya Rhoma santai saja. Pak Wiranto kalau mau jadi Presiden, ucapan kita seharusnya berkualitas seperti layaknya seorang negarawan. Ucapan Pak Wiranto itu bukan seorang negarawan," tambahnya.

"Kalau Rhoma jawabnya seperti itu, Wiranto kan kesentil. Kalau menanggapinya sama-sama menantang. Jadinya sama-sama tidak elegan. Kalau saling olok-olok tidak mencerdaskan bangsa ini," jelas Hamdi. (Ali)