Sukses

Lagu Sumbang Wiranto untuk Rhoma Irama

"Janganlah kau sibuk mencari kelemahan orang. Periksa dirimu masih adakah kekurangan..." Itulah sepenggal bait lagu Rhoma Irama berjudul Ghibah yang menggambarkan suasana hatinya.

Sang Raja Dangdut itu tengah dirundung 'serangan politik' yang dilancarkan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Bakal capres yang berpasangan dengan Hary Tanoesoedibjo itu 'bernyanyi lagu sumbang' dengan menilai semakin rendahnya kualitas sejumlah tokoh yang akan maju sebagai Capres 2014.

"Sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan calon presiden. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan jadi presiden. Makanya yang korupsi jalan terus," ungkap Wiranto.

Sebagi satu-satunya pedangdut yang mantap maju sebagai calon presiden, Rhoma pun berang. Rhoma merasa Wiranto menyindirnya. Ia pun menantang Wiranto beradu visi/misi.

"Saya berani menantang Wiranto adu visi dan misi di televisi dan di lapangan terbuka. Jadi nanti di situ bisa terlihat, jangan suka menghina orang," ujar Rhoma di Posko Riforri, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (13/12/2013).

"Kapan waktunya saya siap, biar Wiranto pun tahu apa yang dikatakannya itu tidak benar," imbuhnya.

Rhoma menegaskan, dirinya maju sebagai capres bukan hanya bermodalkan popularitas sebagai penyanyi dangdut. Tetapi juga memiliki visi dan misi yang jelas.

"Saya pun punya visi dan misi. Saya siap lahir dan bathin," kata Rhoma.

Mendengar capres yang bakal diusungnya mendapat cibiran dari Wiranto, Ketua Umum PKB Muhaimain Iskandar angkat bicara.

"Sedikit pun kami tidak takut dengan Wiranto," tegas Muhaimin.

Menurut Menakertrans yang akrab disapa Cak Imin itu, popularitas Rhoma Irama dibandingkan dengan Wiranto sangat jauh. Rhoma lebih terkenal hingga kelapisan masyarakat kelas bawah.

"Seluruh Elemen masyarakt Indonesia sampai terbawah mengetahui Bang Haji Rhoma Irama. Masyarakat terbawah siapa yang tahu Wiranto? Sebelum Wiranto populer Bang Haji lebih populer duluan dengan lagunya seperti HAM dan memberikan pembelajaran kepada masyarakat melalui lagu-lagunya," ungkapnya.

"Intinya Bang Haji lebih populer dari Wirnato," tegas Cak Imin.

Cak Imin pun meminta Wiranto lebih baik mengurus partainya sendiri. "Lebih baik mengaca, urusin partai masing-masing tidak usah mengomentari."

Gayung Bersambut

Tantangan yang dilontarkan Rhoma dan Cak Imin disambut terbuka oleh Partai Hanura. Capres Partai Hanura Wiranto tak gentar dengan adu visi/misi yang diinginkan Rhoma Irama.

"Ditantang Rhoma dan Cak Imin? Pak Wir (Wiranto) siap, kapan saja dan di mana saja untuk memaparkan visi/misinya," kata kata Sekjen Partai Hanura Dossy Iskandar saat dihubungi Liputan6.com.

Dossy mengatakan, Wiranto akan senang beradu visi/misi dengan siapapun, termasuk Rhoma Irama. Menurutnya, Wiranto adalah seorang negarawan sejati yang hidupnya memang untuk memikirkan bangsa.

"Kalau diajak terbuka, masa tidak berani. Hidupnya untuk masyarakat dan Pak Wiranto sudah teruji sebagai seorang tokoh," ujar Dossy.

Namun Dossy menyayangkan kesalahpahaman Rhoma Irama dan Cak Imin dalam memahami ucapan Wiranto tersebut. Yang dimaksud Wiranto, papar Dossy, adalah syarat sebagai calon pemimpin bangsa ini agar bisa bersaing secara global.

"Apa yang disampaikan Pak Wiranto itu secara objektifitas manatap bangsa ke depannya agar sumber daya manusia (SDM) bisa bersaing, bukan menyinggung pesaingnya atau siapa," papar Dossy.

Tak Ada Niat

Meski mempermasalahkan latar belakang seseorang untuk menjadi capres, Dossy menegaskan, Wiranto tak berniat menyudutkan capres lain, termasuk Rhoma Irama.

"Apa yang disampaikan Pak Wiranto itu secara obyektif menatap bangsa ke depannya agar sumber daya manusia (SDM) bisa bersaing, bukan menyinggung pesaingnya atau siapa," jelasnya.

Dossy berujar, yang dimaksud latar belakang pendidikan yang jelas dan SDM yang berkualitas, seperti yang dikatakan Wiranto, adalah syarat sebagai calon pemimpin bangsa ini agar bisa bersaing secara global. Karenanya, untuk bisa bersaing secara global itulah Wiranto mengatakan SDM capres harus baik termasuk dari segi pendidikan untuk mengatasi permasalahan bangsa, yang semakin hari semakin kompleks.

"Persoalan bangsa ini kan semakin bertambah waktu semakin besar problemnya, apalagi persaingan global itu kan persaingan SDM-nya. Kalau pemimpin pengetahuannya rendah itu bagaimana bisa mengatasi," terang Dossy.

"Kita tidak ada menyudutkan, Pak Camat saja sarjana, apalagi presiden kan? Pesannya Pak Wiranto adalah, bangsa ini perlu dipimpin oleh orang yang mempunyai kualitas SDM yang baik dan berwawasan luas," tandas Dossy.

Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding enggan menanggapi pernyataan Rhoma Irama yang menantang Wiranto adu visi/misi. Sebab, ada perbedaan popularitas antara Wiranto yang merupakan mantan Panglima ABRI dengan Rhoma yang hanya seorang pedangdut.

"Jelas beda kepopuleran pedangdut (Rhoma) dengan negarawan (Wiranto)," cetus Sudding.

Lagu Ghibah Rhoma Irama pun berlanjut...

Apabila kau tahu ruginya menggunjing orang
Pasti kau tak mau untuk melakukan itu
Maukah kautanggung dosa dari orang lain
Sedangkan pahalamu kauberikan kepadanya
Jangan Anda berbuat ghibah.

(Mut)