Sukses

Hanura: Jelas Beda Capres Negarawan dengan Pedangdut

Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding enggan menanggapi pernyataan Rhoma Irama yang ingin menantang Wiranto untuk adu visi dan misi sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014. Tantangan itu dilontarkan Rhoma setelah merasa dicibir Wiranto sebagai capres yang hanya bermodalkan popularitas sebagai penyanyi dangut.

Meski begitu, Sudding berpendapat ada perbedaan popularitas antara Wiranto yang merupakan mantan Panglima ABRI dengan Rhoma yang hanya seorang pedangdut.

"Jelas beda kepopuleran pedangdut (Rhoma) dengan negarawan (Wiranto)," kata Sudding di Jakarta, Sabtu (14/12/2013).

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang menjadi capres dari partainya menilai kualitas sejumlah tokoh yang akan maju sebagai Capres semakin rendah, terutama 2014 ini. Ia pun menyindir partai yang mengusung penyanyi untuk menjadi calon presiden.

"Sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan calon presiden. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan jadi presiden. Makanya yang korupsi jalan terus," ungkap Wiranto.

Menanggapi hal itu, Raja Dangdut Rhoma Irama yang mantap maju sebagai capres pun menyatakan siap menantang Wiranto adu visi dan misi. Ia minta Wiranto tidak menghina orang lain.

"Kapan waktunya saya siap, biar Wiranto pun tahu apa yang dikatakannya itu tidak benar," kata Rhoma.

Tantangan Rhoma ini pun mendapat dukungan dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

"Sedikit pun kami tidak takut dengan Wiranto," tegas Rhoma. (Adi/Mut)