KA Kertajaya Anjlok, Puluhan Luka-Luka

Puluhan penumpang luka-luka, termasuk seorang di antaranya terjepit menyusul anjloknya KA Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta di sekitar Stasiun Benowo, Surabaya, Jatim. Kereta diduga berhenti mendadak.

Diterbitkan 25 Maret 2004, 22:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Surabaya: Kecelakaan kereta kembali terjadi. Tujuh dari 12 gerbong Kereta Api Ekonomi Kertajaya jurusan Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur-Pasar Senen, Jakarta, anjlok sekitar 200 meter menjelang Stasiun Benowo, Surabaya, Kamis (25/3). Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 15.12 WIB. Kendati begitu, seorang penumpang terjepit dan puluhan lainnya dilaporkan luka-luka.

Sejumlah saksi mata menuturkan, sekitar 200 meter menjelang Stasiun Benowo, kereta dengan masinis Yusuf dan pembantu masinis M. Syafei tiba-tiba berhenti mendadak. Tak lama kemudian, lokomotif dan sebagian besar gerbong tergelincir keluar dari rel. Tak pelak, puluhan penumpang banyak yang terluka, termasuk masinis dan pembantunya. Sejauh ini upaya penyelamatan terus dilakukan pihak kepolisian bersama warga.

Keterangan tersebut juga diakui Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya Sudarsono. Ketika dimintai konfirmasi oleh SCTV, dia menduga kecelakaan terjadi akibat masinis menghentikan kereta secara mendadak. Tindakan ini diambil masinis karena menyadari keretanya salah jalur. Kendati begitu, Sudarsono menambahkan, pihak PT KAI Daops VIII terus menyelidiki untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

Peristiwa di atas menambah daftar panjang kecelakaan serupa di Pulau Jawa. Terakhir, tiga dari sebelas gerbong Kereta Api Bisnis Bangun Karta jurusan Jombang, Jatim-Pasar Senen, Jakarta, anjlok di Desa Pakijangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Juli 2003. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kejadian tersebut sempat menghambat seluruh perjalanan kereta di jalur Pantai Utara Pulau Jawa hingga sekitar 10 jam [baca: KA Bangun Karta Anjlok di Brebes].(ORS/Benny Christian dan Winanto Nugroho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6