Liputan6.com, Jakarta - Irlandia dan Rumania menempati posisi sebagai negara paling dermawan di Eropa berdasarkan riset World Giving Report yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF). Laporan ini mengukur kedermawanan masyarakat dari jumlah donatur hingga besaran porsi pendapatan yang didonasikan.
Melansir Euronews, Sabtu (5/9/2026), riset CAF melibatkan 60.443 responden dari 105 negara yang diwawancarai pada 5 Januari hingga 18 Februari 2026. Sampel mencakup 250 hingga 1.000 orang dewasa di setiap negara untuk mengukur aktivitas amal mereka sepanjang 2025.
Hasil studi ini mengungkapkan bahwa hampir enam dari sepuluh warga Eropa menyumbangkan uang pada 2025—baik secara langsung kepada pihak yang membutuhkan, melalui yayasan, maupun untuk tujuan keagamaan.
Advertisement
Irlandia Unggul Partisipasi, Rumania Tertinggi Nilai Donasi
Jika diukur berdasarkan partisipasi masyarakat, Irlandia dan Belanda mencatatkan persentase donatur terbanyak. Lebih dari dua pertiga warga Irlandia tercatat memberikan sumbangan pada 2025, sedikit mengungguli Belanda.
Sebaliknya, Rumania menunjukkan pola yang unik. Meskipun partisipasi warganya hanya 27%, besaran donasi masyarakatnya mencapai rata-rata 0,4% dari pendapatan—setara dengan tingkat donasi di Irlandia dan Belanda.
Namun, ketika mengukur total kedermawanan masyarakat—gabungan dari donasi keagamaan, bantuan langsung, dan lembaga amal—Rumania melesat ke posisi puncak di kawasan Uni Eropa. Total donasi warga Rumania mencapai 0,9% dari pendapatan, disusul Kroasia (0,8%) dan Irlandia (0,7%).
Di sisi lain, Latvia menjadi negara Uni Eropa dengan porsi sumbangan terendah dari pendapatan. Sementara itu, tingkat donasi langsung ke yayasan amal tercatat paling rendah di Hungaria dan Slovakia.
Â
Rerata Donasi Eropa Masih di Bawah Standar Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3947425/original/006287800_1645956028-kyle-glenn-nXt5HtLmlgE-unsplash.jpeg)
Meskipun dihuni oleh negara-negara berpendapatan tinggi, Eropa secara keseluruhan merupakan benua yang paling rendah tingkat kedermawanannya jika diukur dari porsi pendapatan.
Rata-rata warga Eropa hanya menyumbangkan 0,06% dari pendapatannya untuk amal. Angka ini jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 1%. Negara-negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Italia pun hanya mencatatkan donasi sebesar 0,4% dari pendapatan pada 2025. Bahkan, tidak ada satu pun negara anggota Uni Eropa yang masuk dalam jajaran 10 besar negara terdermawan di tingkat global.
Di luar kawasan Uni Eropa, Ukraina tampil menonjol. Sebanyak 61% warga Ukraina aktif berdonasi, dengan total nilai sumbangan mencapai 1,2% dari pendapatan nasional mereka.
Laporan CAF juga menyoroti adanya korelasi erat antara tingkat kepedulian sosial dengan rasa keterikatan (sense of belonging) di dalam komunitas lokal. Negara dengan lebih dari 80% populasi yang merasa diterima di lingkungan sosialnya menyumbang rata-rata tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan negara yang warganya merasa kurang terikat.
Â
Advertisement
Saluran dan Isu Amal Favorit Warga Eropa
Berbeda dengan pola global yang mayoritas memilih memberi sumbangan secara langsung (36%), masyarakat Eropa lebih tebiasa menyalurkan donasi melalui lembaga atau yayasan resmi.
Berikut adalah rincian metode dan isu pilihan warga Eropa saat beramal:
Saluran Donasi:
- 38% memilih menyalurkannya melalui lembaga/yayasan amal.
- 26% memberikan bantuan secara langsung kepada orang yang membutuhkan.
- 14% menyalurkannya ke organisasi keagamaan atau untuk kegiatan spiritual.
Jangkauan Bantuan:
Lebih dari seperlima donatur (22%) mendukung yayasan bertaraf internasional. Tren ini sangat dominan di Norwegia dan Swedia, tempat lebih dari separuh donaturnya memprioritaskan organisasi internasional.
Fokus Isu:
Isu terkait anak-anak dan pemuda menjadi agenda yang paling banyak didukung, dengan porsi mencapai 29% dari total donatur di Eropa.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340678/original/025006300_1788514071-christian-dubovan-Y_x747Yshlw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1376633/original/031069700_1476715688-irlandia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340366/original/046900500_1788504172-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pemerintah-perkuat-kerja-sama-perdagangan-ri-irlandia-bidik-ai-hingga-industri-penerbangan_1000430193.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340368/original/071165100_1788504246-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pemerintah-perkuat-kerja-sama-perdagangan-ri-irlandia-bidik-ai-hingga-industri-penerbangan_1000430191.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2021246/original/076241500_1521705616-1.jpg)