Cerita Toleransi Salat Id di Lapangan Gereja Depok Saat Idul Adha

Lapangan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) yang berada di dekat Gereja Bethel Indonesia jadi saksi hidup tingginya nilai toleransi agama di Kota Depok.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Salat Idul Adha di Depok tunjukkan toleransi, digelar dekat gereja sejak 1996.
  • Ribuan jemaah hadir, didukung gereja dengan penyediaan lahan parkir.
  • Toleransi Depok kuat, terbukti kondusif bahkan saat kerusuhan 1999.

Liputan6.com, Depok - Matahari pagi mulai bangkit ufuk timur, menyambut perayaan Idul Adha salah satunya di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).

Lapangan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) yang berada di dekat Gereja Bethel Indonesia, Jalan Kamboja, Pancoran Mas menjadi saksi hidup tingginya nilai toleransi agama di Kota Depok.

Sejak pukul 06.00 WIB, Rabu (27/5/2026), sejumlah warga, mulai dari anak kecil hingga dewasa tampak berbondong-bondong mendatangi lapangan YLCC. Sajadah dan mukena berada di genggaman warga untuk melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan YLCC.

Penyelenggara salat Idul Adha, Diki Wahyu tampak membantu mengatur warga untuk mengikuti barisan salat yang telah disiapkan panitia. Menjelang pelaksanaan salat, ribuan orang sudah bersiap mengikuti pelaksanaan salat Idul Adha.

Diki mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha menggunakan lapangan YLCC sudah dilaksanakan 1996. Pramuka Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara atau Sako SPN menjadi salah satu penyelenggara utama pelaksanaan salat Idul Adha.

"Pelaksanaan salat Idul Adha sudah dilakukan selama 30 tahun," ujar Diki, Rabu (27/5/2026).

 

Diikuti Sekitar 3.000 Jemaah

Terdapat sekitar 3.000 jemaah tampak khidmat mengikuti rangkaian pelaksanaan salat Idul Adha. Para jamaah tampak khusyuk mendengarkan ceramah agama yang diberikan selama penyelenggaraan salat Idul Adha.

Kesuksesan penyelenggaraan Idul Adha di kawasan mayoritas non muslim, tidak terlepas koordinasi antar pihak. Selain itu, penyelenggaraan salat Idul Adha menunjukan tingginya nilai toleransi masyarakat Kota Depok.

"Bahkan parkiran untuk kendaraan pihak Gereja Bethel Indonesia turut memberikan izin," terang Diki.

Pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan YLCC merupakan bentuk persaudaraan, toleransi antar pemeluk agama dan warga, dan komunikasi yang baik antar stakeholder.

Toleransi agama di wilayah Pancoran Mas sudah terbangun sejak lama, bahkan pada saat kerusuhan antar agama, Kota Depok tetap kondusif dan saling menjaga.

"Ingat tahun 1999, saat Ambon terjadi kerusuhan antara muslim dan non Muslim, di sini tidak ada dan kita tetap salah. Bahkan warga non muslim di sini ikut membantu berjaga saat kami sedang salat Ied," ucap Diki.

 

Sudah Dilakukan 2 Tahun

Disisi lain, salah seorang warga, Lutfi mengaku sudah dua tahun mengikuti pelaksanaan salat Ied di lapangan YLCC. Menurutnya, terdapat kesan berbeda selama mengikuti pelaksanaan salat Ied di lapangan YLCC.

"Lihat saja, kami dapat melaksanakan salat Ied meskipun di sekitar kami merupakan kawasan non muslim," ucap Lutfi.

Lutfi mengaku, kawasan YLCC menjadi salah satu peradaban yang mengajarkan nilai toleransi antar agama. Bukan tanpa alasan, kawasan YLCC memberikan ruang kepada masyarakat muslim untuk menjalankan ibadah salat Ied.

"Bahkan sampai gerejanya pun ikut membantu menyediakan lokasi parkir, ini seakan mereka membuka pintu dan tersenyum kepada kita untuk saling menghargai dan menghormati," terang Lutfi.

Lutfi berharap, kerukunan dan toleransi antar pemeluk agama di Kota Depok, dapat menjadi contoh di wilayah lain.

"Semoga ini menjadi barometer bagaimana kita saling merangkul dan menghargai, inilah toleransi sesungguhnya," pungkas Lutfi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6