Sumatra Blackout, Butuh Waktu 8 Jam Pemulihan Listrik

General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatra Barat (IUD Sumbar) Ajrun Karim mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemulihan listrik.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 21:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemadaman listrik massal terjadi di Sumatra sejak Jumat, 22 Mei 2026, pukul 18.44 WIB.
  • PLN sedang memulihkan sistem secara bertahap, diperkirakan butuh 6-8 jam, menerjunkan tim.
  • Masyarakat diimbau memantau PLN Mobile, melaporkan darurat, dan tetap tenang.

Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di wilayah Sumatra sejak Jumat sore (22/5/2026). General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatra Barat (IUD Sumbar) Ajrun Karim mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemulihan listrik di lapangan.

"PLN memprakirakan pemulihan sistem memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi jaringan dan sistem di lapangan," ujar Ajrun dikutip dari akun Instagram @info.minang, Jumat (22/5/2026).

Dia juga meminta maaf atas kejadian mati listrik di wilayah Sumatra. Menurut Ajrun, tim di lapangan sedang melakukan pemulihan listrik secara bertahap.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Petugas PLN masih melakukan pemulihan sistem secara bertahap di lapangan," jelas Ajrun.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara pun mengonfirmasi, pemadaman atau gangguan sudah mulai terjadi sejak pukul 18.44 WIB, Jumat (22/5/2026).

PLN pun langsung merespons kejadian mati listrik tersebut dengan bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis. Mereka diterjunkan ke berbagai titik krusial guna melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan di wilayah terdampak.

 

Sumatra Blackout, Warga Diminta Lapor Jika Ada Kondisi Darurat

Menurut Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra, saat ini petugas di lapangan sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari gangguan sistem tersebut.

"Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi," ujar Darma dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Masyarakat pun disarankan untuk memantau aplikasi PLN Mobile guna mengetahui estimasi waktu perbaikan serta melaporkan jika ada kondisi darurat di sekitar lingkungan mereka.

Pihak PLN juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik selama proses penormalan jaringan berlangsung.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan, PLN berjanji akan terus memberikan pembaruan (update) mengenai perkembangan penanganan situasi ini secara berkala.

"PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan Contact Center PLN 123," pungkas Darma.

 

Sumatra Gelap Gulita, Padang Macet Parah Warga Berebut Sinyal

Kota Padang, Sumatera Barat juga terdampak mati lampu serentak di Pulau Sumatra. Mati lampu mulai terjadi pukul 18.45 Wib.

"Mati lampu juga kita, gelap sejak selesai azan magrib," kata Lisa, warga Padang, saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (22/5/2026).

Mati lampu juga menyebabkan gangguan sinyal jaringan telekomunikasi. Menurut Lisa, warga ramai-ramai menuju pusat kota Padang untuk mendapatkan sinyal.

"Aku kos di Jalan Kuranji, sinyal jelek. Katanya di pusat kota sinyal lumayan bagus, eh pas mau jalan malah macet parah. Semua warga kayaknya cari sinyal ke pusat kota," kata Lisa.

Biasanya, Lisa hanya butuh waktu 20 menit sampai ke pusat kota Padang.

"Ini saking macetnya, tambah lampu lalu lintas juga mati, jadinya udah setengah jam belum sampai," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6