PDIP Respons Pidato Prabowo soal 'Berkorban di Luar Pemerintahan'

Sikap kritis PDIP penting demi menjaga marwah demokrasi.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo berterima kasih kepada PDIP atas peran oposisi yang konsisten dan pengorbanannya.
  • PDIP mengapresiasi Prabowo, menegaskan peran mereka sebagai penyeimbang demokrasi konstitusional.
  • Prabowo mengakui kritik PDIP penting untuk demokrasi, meski terkadang pedas.

Liputan6.com, Jakarta - Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, angkat bicara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan terima kasih kepada PDIP karena konsisten berada di luar koalisi, pada rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo yang secara khusus mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan karena memilih berada di luar pemerintahan,” kata Guntur pada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Ia mengakui, posisi PDIP di luar pemerintahan memang berkorban, namun bukan karena tidak mau bergotong-royong.

“Tapi karena kami ingin menjalankan peran konstitusional sebagai penyeimbang, check and balances yang sehat bagi demokrasi,” ungkapnya.

Guntur Romli mengapresiasi sikap kenegarawanan Prabowo yang memahami sikap kritis PDIP demi menjaga marwah demokrasi.

“Kritik dan pengawasan yang konstruktif justru diperlukan agar pemerintahan berjalan dengan baik. PDI Perjuangan akan terus menjalankan peran itu dengan penuh tanggung jawab demi rakyat dan bangsa,” pungkasnya.

 

Prabowo: Terima Kasih PDIP Berkorban, Kalau Malam Pilu Hati Saya

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujian pada PDIP yang dinilainya berkorban lantaran memilih berada di luar pemerintahan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya, saya ingin ucap terima kasih kepada PDIP," kata Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, partai oposisi baik bagi demokrasi, meski apabila bisa memilih ia lebih suka bergotong royong bersama PDIP.

"Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang, maunya saya itu gotong royong. Kalau sebuah partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan saudara," kata Prabowo.

 

Sedih

Meski demikian, Prabowo mengaku terkadang sedih lantaran kritik yang disampaikan PDIP terkadang terlalu pedas.

"Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi, saya sadar lama-lama. Sebetulnya, mungkin ada dasarnya," ucap dia.

"Ada pepatah yang mengatakan, kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6