Temuan Polisi soal Viral Prostitusi Anak di Blok M

Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan akun media sosial berbahasa Jepang.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 05:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi belum temukan bukti valid dugaan prostitusi anak di Blok M.
  • Penyelidikan melibatkan Siber, PPA/PPO, KPAI, Imigrasi, dan Wamen PPA.
  • Kasus viral dari medsos Jepang, mencari anak perempuan usia 16-17 tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi belum menemukan bukti valid terkait dugaan prostitusi anak yang menyeret warga negara asing di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Sejauh ini masih belum ditemukan informasi yang valid terkait lokasi kejadian, waktu, maupun identitas korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (20/5/2026) malam.

Budi mengatakan penyelidikan dilakukan Direktorat Siber usai muncul unggahan di media sosial terkait dugaan prostitusi anak. Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya juga ikut mendalami kasus tersebut.

“Direktorat PPA PPO sudah berkoordinasi dengan KPAI, Imigrasi, termasuk kemarin ada kunjungan dari Wakil Menteri PPA,” ujarnya.

Budi menegaskan kasus perempuan dan anak menjadi prioritas Polda Metro Jaya. Dia meminta masyarakat yang memiliki informasi valid segera melapor melalui layanan 110.

“Ini menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya untuk didalami. Jika masyarakat memiliki informasi valid yang bisa menjadi dasar penyelidikan, segera hubungi layanan 110 Kepolisian,” tandasnya.

Viral Prostitusi Anak di Blok M

Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan dugaan praktik prostitusi di Blok M yang melibatkan anak di bawah umur.

“Dugaan prostitusi di Blok M masih dalam pendalaman Direktorat PPA/PPO bersama Direktorat Siber dan Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Budi.

Budi mengatakan informasi awal kasus tersebut berasal dari unggahan media sosial. Karena itu, polisi meminta masyarakat yang mengetahui praktik tersebut segera melapor.

Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan akun media sosial berbahasa Jepang. Dalam unggahan sekitar September hingga November 2025, akun tersebut diduga mencari anak perempuan berusia 16 hingga 17 tahun.

Salah satu unggahan menyebut anak perempuan itu ditemui di pinggiran Jakarta dengan bayaran Rp200 ribu. Unggahan lain menyebut seorang anak perempuan berusia 17 tahun diantar agen ke hotel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6