Sukses

Asal Muasal Nama Waduk Cacaban Warisan Soekarno

Pada 1952, Presiden Soekarno pernah mendatangi salah sebuah pelosok, di Tegal, Jawa Tengah. Di sana dia membangun sebuah waduk yang diberi nama Waduk Cacaban. Ternyata, nama itu merupakan nama pemberian dari Bung Karno. Nah, bagaimanakah asal muasal nama Waduk Cacaban?

Pada awalnya, sebelum dibangun waduk, daerah itu merupakan sebuah sungai yang dalam. Saat itu namanya adalah Kedung Pipisan. "Kedung artinya kali yang sangat dalam. Kalau Pipisan itu semacam tempat glituk (wadah meramu obat)," kata Ketua Adat dan Budaya Pudjo Kasripin saat berbincang dengan Liputan6.com, di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (8/8/2013).

Setelah 6 tahun pengerjaan, Soekarno pun mengubah nama tempat tersebut, yang awalnya Kedung Pipisan menjadi Waduk Cacaban. Kata 'Cacaban', lanjut Pudjo, juga memiliki arti sendiri.

"Asal katanya itu dari bahasa Jawa, yaitu ancaban. Artinya, yang menarik perhatian atau buat penasaran," ungkap orang yang ditetuakan di daerah tersebut.

Pria yang memakai topi kusam itu pun menjelaskan maksud Bung Karno memberikan nama Cacaban pada waduk tersebut. "Mungkin Bung Karno ingin waduk ini menjadi objek yang dikunjungi Nusantara," jelasnya.

Waduk Cacaban merupakan warisan Presiden Soekarno, meski kelahiran waduk tersebut berawal dari gagasan pemerintah kolonial Belanda.

Pembangunan waduk seluas 928,24 hektar yang mampu menampung 63 juta meter kubik air itu memakan waktu 6 tahun. Pengerjaannya selesai tepat pada 19 Mei 1958. Bung Karno pun hendak mendatangi peresmian Waduk Cacaban, tapi karena ada kegiatan mendesak lainnya, peresmian dilakukan oleh bawahannya, Mr Sartono.

Pada 1952, awal peletakan batu pertama di waduk tersebut, Bung Karno datang ke lokasi sembari menggenggam Tongkat Sapu Jagad, juga mengenakan pakaian khasnya, jas putih serta kopiah dan kacamata hitam. (Yog/Mut)