Liputan6.com, Bahorok: Proses evakuasi hingga kini terus dilakukan untuk mencari puluhan orang yang hilang tersapu air bah di kawasan wisata alam Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Sejauh ini, sebanyak 69 orang ditemukan dalam kondisi tewas, empat di antaranya warga negara asing asal Jerman, Austria, dan Singapura. Demikian pemantauan SCTV dari Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumut, Senin (3/11) petang.
Bupati Langkat Syamsul Arifin menyatakan, terjangan air bah itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, meski air sungai sudah mulai meluap dari jam 10.30 WIB. Banjir tersebut, menurut dia, terjadi akibat penggundulan hutan dan pencurian kayu secara sistematis yang dilakukan oleh para pencuri kayu. Ini terbukti dari penggundulan hutan di wilayah Langkat yang telah mencapai 42 ribu hektare.
Syamsul berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para pencuri dan pengusaha yang memiliki hak penebangan hutan yang melanggar aturan. "Kita tahu kok siapa cukong-cukong dan maling-malingnya itu. Karenanya, pengawas hutan sebaiknya sadar siapa yang akan menjadi korban akibat pencurian tersebut," ujar Syamsul.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Langkat tengah mengevakuasi para korban banjir, baik yang tewas maupun yang luka-luka. Selain itu, Pemkab juga mencari 154 korban lainnya yang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka.
Musibah ini bermula dari air bah yang datang secara tiba-tiba melalui Sungai Wanpu, yang mengalir di kawasan wisata alam Bukit Lawang, pada Ahad malam. Air bah langsung menghantam rumah penduduk yang dihuni sekitar 250 kepala keluarga yang ada di sekitar lokasi. Banjir juga meluluhlantakkan Hotel Rindu Alam dan Bukit Lawang Cottage yang berdiri di lokasi wisata Alam Iyu [baca: Banjir di Bahorok, Lima Tewas].(PIN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Bupati Langkat Syamsul Arifin menyatakan, terjangan air bah itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, meski air sungai sudah mulai meluap dari jam 10.30 WIB. Banjir tersebut, menurut dia, terjadi akibat penggundulan hutan dan pencurian kayu secara sistematis yang dilakukan oleh para pencuri kayu. Ini terbukti dari penggundulan hutan di wilayah Langkat yang telah mencapai 42 ribu hektare.
Syamsul berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para pencuri dan pengusaha yang memiliki hak penebangan hutan yang melanggar aturan. "Kita tahu kok siapa cukong-cukong dan maling-malingnya itu. Karenanya, pengawas hutan sebaiknya sadar siapa yang akan menjadi korban akibat pencurian tersebut," ujar Syamsul.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Langkat tengah mengevakuasi para korban banjir, baik yang tewas maupun yang luka-luka. Selain itu, Pemkab juga mencari 154 korban lainnya yang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka.
Musibah ini bermula dari air bah yang datang secara tiba-tiba melalui Sungai Wanpu, yang mengalir di kawasan wisata alam Bukit Lawang, pada Ahad malam. Air bah langsung menghantam rumah penduduk yang dihuni sekitar 250 kepala keluarga yang ada di sekitar lokasi. Banjir juga meluluhlantakkan Hotel Rindu Alam dan Bukit Lawang Cottage yang berdiri di lokasi wisata Alam Iyu [baca: Banjir di Bahorok, Lima Tewas].(PIN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/403177/original/031103cBanjirLangkat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476394/original/056758700_1768741971-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289662/original/002196700_1783411861-Portugal_s_Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)