Sukses

Usai Mogok Tak Digaji, Petugas Angkat Sampah Pintu Air Manggarai

Setelah melancarkan aksi mogok selama 4 hari, sejumlah petugas Pintu Air Manggarai, Jakarta Timur, kembali bekerja mengangkat tumpukan sampah yang memenuhi pintu air. Mereka mogok sebagai protes karena tidak menerima gaji selama 4 bulan.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (17/7/2013), sejumlah petugas termasuk yang menjalankan mesin eskavator terlihat mengeruk sampah dari sungai ke pinggir kali.

Selanjutnya, puluhan ton tumpukan sampah itu diangkut dengan truk sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TMPA) di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Ada 2 truk sampah yang mengantre untuk mengangkut tumpukan sampah itu.

Kasie Operasional Unit Pengelola Kebersihan Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Komaluddin menampik para pekerja mogok bekerja. Menurutnya petugas mogok membersihkan sampah di Pintu Air Manggarai bukan karena gaji belum dibayar. Tapi karena sedang menunggu kontrak baru.

"Jadi kontrak lelang ditandatangani 20 Juli nanti. Mulai kerja 23 Juli. Kemarin bukan mogok, tapi stock opname artinya menghitung berapa sebenarnya kekuatan kita untuk mengangkut sampah ini," kata Komaluddin di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2013).

Mengenai tumpukan sampah yang menutupi pintu air, Komaluddin menjelaskan hal itu disebabkan tingginya curah hujan Jakarta belakangan ini, di samping itu juga karena para pekerja yang mogok bekerja. Ia memperkirakan ketinggian sampah di sungai mulai dari 20 cm hingga 1,5 meter.

"Ini karena curah hujan yang tinggi saja. Lagipula tidak menimbulkan bau karena bukan sampah rumah tangga tapi bambu dan sebagainya. Potensi banjir pasti karena debit air kan tertahan," jelas Komaluddin.

Komaluddin mengaku tidak tahu petugas yang belum menerima gaji. Karena Dinas Kebersihan DKI yang diberi wewenang untuk mengelola sampah di Pintu Air Manggarai sejak 1 April 2013 lalu itu sudah membayar gaji hingga bulan ini. Sebelumnya, Pintu Air Manggarai ditangani Dinas Pekerjaan Umum DKI.

"Januari, Februari, Maret, dipegang Dinas PU. Kalau kita sudah bayar sejak April. Nah, yang belum dibayar yang mana kita tidak tahu," tutur Komaluddin.

Petugas Pintu Air Agus Wahyudi mengaku mogok dilakukan menyusul tertundanya pembayaran upah dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta selama 4 bulan. Aksi mogok ini pun mendapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang langsung menghubungi Kepala Dinas Kebersihan DKI, Selasa 16 Juli 2013 kemarin. (Adi/Ism)