Satgas PRR Pascabencana Sumatera: Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Berkubang Lumpur

Satgas PRR Pascabencana Sumatera mencatat, pembersihan lumpur di wilayah terdampak bencana, saat ini telah mencapai 95,78 persen.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pembersihan lumpur pascabencana oleh Satgas PRR mencapai 95,78% dari total titik.
  • Hanya 27 lokasi di Aceh tersisa dari 634 titik terdampak yang masih dibersihkan.
  • Sumbar dan Sumut hampir bersih; fokus kini pada drainase dan akses jalan.

Liputan6.com, Jakarta - Satgas PRR atau Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mencatat, pembersihan lumpur di wilayah terdampak bencana telah mencapai 95,78 persen.

Dari total 634 titik terdampak di Provinsi Aceh, kini tersisa 27 lokasi yang masih dalam proses pembersihan lumpur.

Juru Bicara Satgas (Jubir Satgas) PRR Amran mengatakan, progres pembersihan lumpur menunjukkan capaian signifikan dan hampir tuntas di seluruh wilayah terdampak.

"Kondisi untuk pembersihan lumpur ya, sudah signifikan hampir tuntas ya," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kemendagri, Rabu (6/5/2026).

Dia merinci, mayoritas lokasi yang sebelumnya tertimbun material lumpur kini telah dibersihkan. Menurut Amran, lumpur hanya tersisa di sebagian kecil titik yang masih dikerjakan di Aceh.

"Itu pun tinggal 27 lokasi di Provinsi Aceh dari 634 lokasi. Jadi sudah sangat besar, 95,78 persen terselesaikan," ucap Amran.

Sementara itu, dua provinsi lain yang terdampak, yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dilaporkan hampir sepenuhnya bebas dari lumpur.

"Di Sumbar sudah tidak ada lagi, semuanya sudah bersih. Di Provinsi Sumut tinggal satu lokasi," kata Amran.

 

Pastikan Akses Jalan Pulih

Menurut Amran, selain pembersihan lumpur, pemerintah juga memastikan akses jalan nasional di wilayah terdampak telah pulih sepenuhnya dan dapat dilalui masyarakat.

Saat ini, kata Amran, fokus pekerjaan di lapangan diarahkan pada pembersihan lanjutan di saluran air dan area yang masih tertimbun.

"Saat sekarang ini tinggal pembersihan di drainase ataupun parit, tanah lumpur yang tertimbun" tandas Amran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6