Menengok Progres Penataan Kampung Kumuh dan Rawan di Jakarta, Rampung Tahun Depan

Terbaru, Pemprov Jakarta menata kawasan bantaran rel Stasiun Senen.

Diterbitkan 26 April 2026, 21:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta targetkan penataan 445 RW kumuh rampung 2027, 284 RW sudah tertangani.
  • Penataan ini tingkatkan keselamatan, ketertiban kota, dan kualitas hidup warga Jakarta.
  • Warga bantaran rel direlokasi ke hunian vertikal, 324 unit huntara Senen siap Juni 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penataan kawasan kumuh di Jakarta dapat rampung pada tahun 2027. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan program ini sesuai dengan RPJMD DKI Jakarta 2025-2029 dan Pergub No.33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman.

"Pemprov menargetkan penataan seluruh RW kumuh, total sekitar 445 RW, dengan 284 RW sudah ditangani hingga 2024," ujar Chico dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Dia menambahkan, pada tahun 2025 terdapat penataan kawasan sekitar 55 RW dan direncanakan rampung keseluruhan pada 2027.

Adapun bagi kawasan bantaran rel dan rawan akan direlokasi ke hunian vertikal, serta berkolaborasi dengan pemerintah pusat.

 

Dampak Penataan

Chico menuturkan, penataan kawasan kumuh dan rawan memiliki dampak positif dan signifikan. Dari sisi keselamatan misalnya, penataan ini bisa mengurangi risiko kecelakaan kereta.

Sementara dari ketertiban kota yaitu mengembalikan lahan milik negara sehingga lebih tertib dan tertata. Terakhir, dari sisi kualitas hidup juga dapat meningkatkan kesehatan, pendidikan anak, serta produktivitas.

"Ini langkah nyata menuju Jakarta yang lebih aman, tertata, dan manusiawi," sambungnya.

Ke depannya, kata Chico, Pemprov DKI akan terus melakukan penataan serupa secara bertahap di bantaran-bantaran rel lainnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, PT KAI, dan stakeholder terkait dalam proses penataan ini.

"Pendekatan yang dilakukan meliputi relokasi ke hunian layak, penegakan aturan lahan negara, dan pencegahan okupasi baru, termasuk pagar pembatas di titik rawan," tutup dia.

 

324 Unit Huntara buat Warga Bantaran Rel Senen

Terkait relokasi, pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk warga bantaran rel senen, Jakarta Pusat sudah hampir rampung. Saat ini, Pemprov Jakarta sedang melakukan sambungan air PAM dan listrik PLN.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto, menjelaskan huntara yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, di bangun di atas lahan milik PT Angkasa Pura. Total hunian yang disedikan mencapai 324 unit dan ditargetkan mulai dihuni pada bulan Juni 2026.

"Jumlah unit hunian sementara yang disiapkan sejumlah 324 unit," ungkap dia.

Dia juga berharap, hunian sementara ini dapat benar-benar menyasar warga bantaral rel senen secara menyeluruh.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menambahkan pembangunan huntara bagi warga bantaral rel senen merupakan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

"Pemprov DKI telah menyiapkan 3 rusun (Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung) sebagai opsi relokasi sementara tambahan bagi warga terdampak," ucar Chico.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6