Cuaca Hari Ini Minggu 26 April 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Jakarta Siang Hari

Cuaca di wilayah Jabodetabek pada Minggu (26/4/2026) diprediksi didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Berikut prakiraan cuaca hari ini dari BMKG

Diterbitkan 26 April 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan pada Minggu (26/4/2026). Demikian prakiraan cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pada pagi hari sebagian besar wilayah Jakarta seperti Jakarta Barat, Pusat, Timur, dan Utara diprediksi cerah berawan, sementara Jakarta Selatan berawan.

Namun memasuki siang hari, hujan ringan berpotensi turun di hampir seluruh wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Barat yang diperkirakan tetap berawan. Pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan tebal.

Untuk wilayah Kepulauan Seribu, cuaca diprediksi berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian menjadi berawan tebal pada malam hari.

Sementara itu, wilayah penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan Kota Bogor diprakirakan berawan pada pagi hari, kemudian hujan ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Tangerang.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan ringan pada siang hari yang dapat memengaruhi aktivitas, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi, serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca yang berlaku.

Berikut informasi cuaca Jabodetabek selengkapnya dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Berawan   Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Jakarta Selatan  Berawan   Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Jakarta Timur   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Jakarta Utara   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Kepulauan Seribu   Berawan   Berawan   Berawan Tebal 
 Bekasi   Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Depok   Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Kota Bogor   Berawan  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Tangerang  Berawan   Hujan Ringan  Berawan Tebal 

Langkah Pencegahan Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggandeng Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani guna bekerjasama mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berbasis sains.

Raja menjelaskan, kerjasama dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains.

Menurut Raja, tahun ini menjadi tahun latihan guna mengantisipasi meningkatnya angka karhutla. Pasalnya, berdasarkan data yang diberikan BMKG, El Nino 2026 berpotensi muncul lebih cepat pada semester kedua tahun ini (Juni-Juli), dengan intensitas lemah hingga moderat yang menyebabkan musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan lebih kering.

“Saya sering sampaikan ini adalah tahun kita latihan tahun kita belajar untuk mengantisipasi apa yang akan kita hadapi. Untuk tahun ini sudah disampaikan bahwa kemarau akan datang lebih cepat dari tahun lalu, dan akan berakhir lebih lambat," kata Raja, Kamis (23/6/2026).

Karena itu, lanjut Raja, El Nino lemah sampai moderat yang akan terjadi memungkinkan timbulnya karhutla lebih besar dibandingkan tahun lalu. Namun demikian, Raja meyakini, Indonesia merupakan bangsa pembelajar, maka apa yang pernah terjadi diharapkan tidak terulang.

"Dari sekitar 2,6 juta hektare pada 2015, luas karhutla turun menjadi 1,6 juta hektare pada 2019, 1,1 juta hektare pada 2023, hingga sekitar 350 ribu hektare pada tahun lalu," ungkap Raja.

Gandeng BMKG

Raja mengatakan, alasan menggandeng BMKG karena lembaga tersebut berperan penting dalam penurunan angka karhutla, salah satunya dengan proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan. Melalui koordinasi dengan BMKG, Kemenhut bisa mencegah terjadinya karhutla serta melakukan pengecekan tinggi muka air tanah.

“BMKG memerankan peran yang sangat penting untuk menurunkan angka karhutla. Dengan tadi memprediksi cuaca yang dengan begitu presisi dengan lebih prediktif, termasuk prevensi atau mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, mencegah terjadinya karhutla itu jauh lebih baik ketimbang memadamkan ketika apinya sudah berkobar,” Raja menandasi.

Sebagai informasi, penandatanganan kerjasama dilakukan di Kantor BMKG, Jakarta, ini turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6