Profil Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jatim. Berikut sosoknya.

Diterbitkan 11 April 2026, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KPK melakukan OTT ke-10 di Tulungagung, menjerat Bupati Gatut Sunu Wibowo.
  • Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan pada Jumat, 10 April 2026.
  • KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di tahun 2026. Kali ini, OTT ke-10 tersebut berlangsung di Tulungagung, Jawa Timur, dan menjerat Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut. “Benar,” ujar Fitroh di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Profil Gatut Sunu Wibowo

Gatut Sunu Wibowo lahir pada 17 Desember 1967. Ia merupakan politikus sekaligus pengusaha yang kini menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang tersebar di wilayah Trenggalek dan Tulungagung.

Dalam aktivitas organisasi, Gatut tercatat aktif sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak 2004 hingga sekarang.

 

Riwayat Pendidikan

Dari sisi pendidikan, Gatut menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Gandong, Bandung, Tulungagung dan lulus pada 1982. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bandung, Tulungagung (1982–1985), serta menamatkan pendidikan menengah atas di SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung pada 1988.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada 1992. Gatut kemudian melanjutkan studi pascasarjana di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan memperoleh gelar Magister Ekonomi (M.E.) pada 2023.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6