Liputan6.com, Jakarta - Sederhana tapi hangat. Itu kata yang menggambarkan kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi di kawasan transmigrasi di Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (9/4/2026).
Di tengah terik matahari, tampak masyarakat dan para siswa sangat antusias menyambut kedatangan Wamentras tersebut. Kedatangannya disambut dengan tarian adat khas Gorotalo, yakni Mopotilolo. Sebuah penyambutan kebesaran bagi seseorang yang menginjakan kaki di Gorontalo, khususnya di Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.
Tibanya di gerbang SDN 14 Sumalata, Viva Yoga dipakaikan sebuah kain secara simbolis sebagai ucapan selamat datang. Ia juga langsung mendatangi sejumlah menyapa dan membagikan sebuah buku tulis untuk para siswa, serta sedikit berbincang dengan mereka.
Advertisement
"Apa cita-citamu," tanya Viva Yoga ke salah satu murid.
"Polwan," jawabnya.
Setelah meninjau sejumlah kelas, Viva Yoga langsung bergabung dengan para warga yang sedari awal menunggu kedatangannya. Warga menyambut dengan riuh tiba dirinya memberikan sambutan.
Kedatangan Wamentrans di Sumalata untum meresmikan pembangunan tanggul sungai kawasan sumalata dan rehab sekolah di kawasan sumalatan, salah satunya SDN 14 Sumalata.
"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa hadir di sini untuk bersama-sama menyaksikan adanya perubahan sekolah, terus kemudian toilet menjadi bersih karena kami ini dari program Kementerian Transmigrasi Asta Cita Presiden Prabowo agar seluruh program-program dari kementerian lembaga itu memberikan dampak signifikan buat pembangunan nasional, buat pemberdayaan masyarakat, buat peningkatan kesehatan, pendidikan," kata Viva Yoga dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Gorontalo Utara ada tiga sekolah yang dilakukan rehab, serta tiga titik pembangunan unit sarana air bersih dan toilet. Tak hanya itu, ada pula pembangunan jalan rabat sepanjang 2 kilometer, peningkatan jalan non-status, serta pembangunan tanggul sungai.
Viva Yoga menegaskan, pembangunan ini tidak boleh berhenti sampai sekarang, tapi harus berlanjut untuk seterusnya. Sontak, ucapan ini disambut meriah oleh masyarakat yang hadir.
"Pak Bupati menyatakan bahwa ini sudah bagus tapi masih kurang kayaknya. Jadi kayaknya untuk tahun ini dan tahun depan perlu ditambah lagi gitu," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Viva Yoga kembali menegaskan bahwa program transmigrasi adalah upaya membangun dan mendistribusikan pusat ekonomi di penjuru pelosok Indonesia. Bukan hanya perpindahan tenaga kerja dari satu titik ke lainnya.
Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu wilayah dari 154 kawasan prioritas nasional untuk pembangunan ekonomi baru. Kementrans, tegas Viva Yoga, akan bersinergi dengan pemerintah daerah untum membuat berbagai program pembangunan, khususnya daerah transmigrasi.
Â
Asta Cita Presiden Prabowo
Viva Yoga mengungkap, program transmigrasi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, program ini dinilai bisa merubah nasib masyarakat.
"Kita menginginkan agar masyarakat transmigrasi itu bisa berubah nasib, pendapatannya bisa lebih baik lagi, dan mereka tinggal di kawasan yang baru, beranak pinak, kemudian juga melakukan komunikasi dan bergotong-royong dengan masyarakat setempat," ungkapnya.
Selain itu, program ini diharapkan dapat menghasilkan lumbung pangan yang menjadi sentra produksi beras. Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, termasuk juga bantuan alsintan (alat mesin pertanian).
"Kita data kebutuhan dari masyarakat transmigrasi yang bertani, kemudian kita melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian tentang alokasi anggaran, kemudian sarana prasarana, dan kebutuhan infrastruktur yang ada di kawasan transmigrasi," tandasnya.
Â
Â
Advertisement
Curhatan Masyarakat Trans
Kunjungan Wamentrans ke Sumalata menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat berdialog secara langsung. Sebentar, tapi bermaka. Salah satu warga trans Motihelumo, Hamsa, menyampaikan keresahannya kepada Viva Yoga.
Tak banyak tuntutan, ia hanya meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur jalanan. Ia menyebut, sudah ada korban jiwa akibat jalanan rusak tersebut.
"Kami hanya minta satu Pak, persoalan jalan poros yang selama ini telah menelan korban. Ya, motor jatuh bahkan sudah ada yang meninggal warga Jawa Barat Pak, karena jatuh di jalan tersebut," kata Hamsah.
Ia berharap ada keterlibatan langsung pemerintah pusat untuk merealisasikan. Karena menurutnya, pemerintah daerah belum kemampuan sepenuhnya menjalankan program tersebut, dalam hal ini minimnya anggaran.
"Nanti sebentar proposal kami akan sodorkan ke Pak Wamen juga melalui Pak Bupati," sambungnya.
Selain Hamsa, ada pula Iskandar. Warga asli Sumalata yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan warga trans.
Mendapati info Sumalata akan dikunjungi oleh Viva Yoga, warga Sumalata melakukan musyawarah untuk menyampaikan aspirasinya kepada Wamentrans tersebut. Iskandar pun mewakili penyampaian aspirasi itu.
Ia mengeluhkan, harga panen hasil bumi yang masih di bawah pasaran. Padahal, Iskandar berharap dari panen hasil bumi tersebut dapat menghidupi warga, baik lokal maupun trans.
"Ketika kita panen ada 10 karung ubi itu mujur-mujur Pak Wamen satu karung yang laku. Jadi harapan kami kalau dapat pasaran-pasaran program atau unggulan yang ada di transmigrasi bisa dikondisikan," ungkapnya.
Merespons aspirasi tersebut, Viva Yoga menyarankan kepada Hamsa, sebagai Kepala UPT Motihelumo untuk segera mengirimkan proposal pembangunan jalan tersebut.
"Nanti proposalnya diserahkan ke Bu Elis ya. Kan sudah kenal dengan Bu Elis, untuk pembangunan jalan baru biar tidak ada yang celaka di jalan ya," jawabnya.
Sementara itu, mengenai harga pasaran panen hasil bumi, Viva Yoga mengatakan bahwa pemerintah telah harga pembelian pemerintah untuk padi dan gabah seharga Rp6.000. Sedangkan untuk jagung seharga Rp5.500.
"Kalau kemudian nanti ada pembelian lebih murah, lapor ke Kapolsek. Karena itu adalah instruksi dari pemerintah pusat bahwa tidak boleh untuk membeli di bawah Rp5.500 untuk jagung dan Rp6.500 untuk gabah kering panen," tegas Viva Yoga.
Untuk jalaj usaha tani, Viva Yoga meminta untuk koordinasi dengan pemerintah desa dan dinas kabupaten untuk mengirimkan proposal ke Kementrans. Ia menyebut, pihaknya akan meneliti perencanaan tersebut dan disesuaikan dengan alokasi anggaran.
"Kementerian Transmigrasi bertanggung jawab bukan hanya kepada satuan pemukiman tapi juga kepada kebutuhan masyarakat lokal yang ada di kawasan transmigrasi," tutupnya.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551806/original/044339900_1775748533-13401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500225/original/041636100_1770827541-1000164731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496625/original/034942800_1770557742-20260207_215446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496284/original/083478000_1770521777-20260207_214806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476448/original/008575200_1768751455-1000142151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476447/original/091067200_1768751405-1000142250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476443/original/010323800_1768750847-Wamentrans_Nanas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476393/original/087946500_1768741849-Viva_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476392/original/035786000_1768741833-Wamentrans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461492/original/075894600_1767417984-unnamed__10_.jpg)