Bocah 3 Tahun Terpeleset Masuk Gorong-Gorong Saat Main Hujan di Jakbar, Ditemukan Sudah Tewas

Korban ditemukan sejauh sekitar 5 kilometer (5 km) dari lokasi awal kejadian usai pencarian dilakukan selama hampir 19 jam.

Diterbitkan 09 April 2026, 11:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Balita 3 tahun tenggelam di Srengseng, Jakarta Barat.
  • Korban hanyut setelah terpeleset ke gorong-gorong saat mandi hujan.
  • Ditemukan meninggal 5 km dari lokasi kejadian setelah 19 jam pencarian.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang balita berusia 3 tahun 11 bulan ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Korban ditemukan sejauh sekitar 5 kilometer (5 km) dari lokasi awal kejadian usai pencarian dilakukan selama hampir 19 jam.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, peristiwa bermula pada Rabu 8 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Flamboyan Nomor 65B, RT 7/RW 2, Kelurahan Srengseng.

“Diduga korban saat itu sedang mandi hujan bersama teman-temannya, kemudian terpeleset masuk ke dalam gorong-gorong dan hanyut,” kata Yohan, Kamis (9/4/2026).

Korban bernama Muhammad Haadi Khairul Haafizhi dan merupakan warga setempat. Saat dilaporkan hilang, tim gabungan langsung melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran drainase.

Yohan menjelaskan, korban akhirnya ditemukan pada Kamis (9/4/2026) pukul 08.35 WIB di pembatas air Cengkareng Drain, Kelurahan Kedaung Kali Angke.

“Korban ditemukan dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari titik kejadian dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Orang Tua Diminta Awasi Anak

Yohan menyampaikan bahwa proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD DKI Jakarta, Basarnas, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat), Satpol PP, serta personel TNI-Polri dan relawan.

“Penanganan telah selesai pada pukul 08.35 WIB setelah korban berhasil ditemukan,” kata Yohan.

BPBD DKI mengimbau masyarakat, khususnya orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di tengah kondisi cuaca hujan dan di sekitar saluran air terbuka.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6