Prabowo Singgung Selat Hormuz: 70 Persen Kebutuhan Energi dan Perdagangan Asia Timur Lewat Laut Indonesia

Menurut dia, banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia, mengeruk kekayaan Indonesia dengan cara mengadu domba.

Diterbitkan 09 April 2026, 00:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Laut Indonesia vital, 70% energi Asia Timur dan perdagangan melewatinya.
  • Indonesia kaya SDA, pengelolaan baik kunci kekuatan dan kemakmuran bangsa.
  • Bangsa harus bersatu, perkuat negara lawan adu domba asing dan capai swasembada.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan wilayah laut Indonesia memiliki peran vital seperti Selat Hormuz. Dia menuturkan Selat Hormuz memang menentukan harga minyak dunia, namun 70 persen kebutuhan energi di Asia Timur melalui laut-laut Indonesia.

"Yang sekarang, kuncinya Hormuz itu dipegang oleh 1 negara. Tapi, sadarkah kita? Bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur, 70 persen perdagangan lewat laut-laut Indonesia," kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4/2026).

"Sadarkah kita? Bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia," sambungnya.

Dia menuturkan hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki peran yang vital dan menjadi perhatian dunia. Untuk itu, Indonesia harus dijaga dan dikelola dengan baik.

"Kita harus mengerti bahwa kita selalu jadi perhatian dunia. Makanya kita juga harus memimpin bangsa ini dengan baik, dengan tepat, dan dengan andal," ujarnya.

 

Kaya SDA

Tak hanya memiliki wilayah yang strategis, Indonesia juga kaya akan sumber daya alam. Prabowo optimistis Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan makmur apabila seluruh kekayaan tersebut dikelola dengan baik.

"Kita sendiri tidak sadar betapa besarnya bangsa Indonesia, betapa kayanya bangsa Indonesia, betapa kuatnya bangsa Indonesia," tutur Prabowo.

Menurut dia, banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia, mengeruk kekayaan Indonesia dengan cara mengadu domba. Di tengah situasi dunia saat ini, bangsa Indonesia harus bersatu. Jangan mudah diadu domba pihak asing.

"Ratusan tahun ego, ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing. Itu namanya devide et impera. Ini bukan hal baru, ada di buku-buku sejarah," jelasnya.

 

Perkuat Negara

Prabowo mengajak seluruh bangsa Indonesia bersatu untuk memperkuat negara. Dengan berbagai langkah, pemerintah berupaya memperkuat kedaulatan nasional, fokus mencapai swasembada pangan hingga energi.

Prabowo meyakini upaya-upaya untuk memperkuat ketahanan pangan hingga energi bakal membuat Indonesia menjadi semakin kuat ke depan.

"Yang saya anggap kritis adalah satu tahun. Ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6