Respons Pemprov DKI Jakarta soal Viral Foto Tindak Lanjut Aduan JAKI Diduga Hasil Edit AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan manipulasi bukti tindak lanjut aduan warga dalam aplikasi JAKI yang sempat viral di media sosial.

Diterbitkan 05 April 2026, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta buka suara terkait temuan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam bukti tindak lanjut pengaduan masyarakat yang viral di media sosial.

Adapun aduan tersebut soal parkir liar di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim).

Seorang warga melalui unggahan pada akun X-nya mengaku laporan yang disampaikan melalui aplikasi resmi milik Pemprov DKI Jakarta, yakni JAKI (Jakarta Kini) ditindaklanjuti dengan foto hasil editan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menelusuri aduan yang dimaksud. Hasilnya, ditemukan bahwa aduan warga soal parkir liar di wilayah Pasar Rebo itu dimanipulasi oleh petugas Kelurahan Kalisari.

“Sebagai langkah perbaikan, Biro Pemerintahan memberikan surat teguran tertulis kepada Kelurahan Kalisari yang terindikasi melakukan pemalsuan bukti tindak lanjut pengaduan masyarakat,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Selain itu, Pemprov DKI juga akan meng-input kembali pengaduan masyarakat soal parkir liar tersebut untuk selanjutnya diarahkan kepada pihak terkait, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai pengampu urusan perparkiran.

Tidak hanya itu, imbas kejadian ini, Pemprov DKI bakal menerbitkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah yang berisi larangan penggunaan AI dalam penyampaian bukti tindak lanjut pengaduan.

“Sekaligus mengingatkan seluruh OPD/BUMD untuk menyelesaikan pengaduan secara baik dan benar,” ucap Budi.

Arahan khusus juga akan disampaikan kepada OPD dan BUMD DKI Jakarta dalam Townhall Meeting terkait penanganan pengaduan berulang.

“Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Inspektorat untuk merancang sanksi bagi OPD/BUMD yang terbukti melakukan pemalsuan bukti tindak lanjut,” kata dia.

 

Dukung Laporan Masyarakat

Budi menegaskan, setiap laporan yang masuk dari masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas layanan publik. Karena itu, integritas dalam setiap proses tindak lanjut menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja para petugas di lapangan yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan responsif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan pengaduan. Budi juga mengajak warga untuk terus berperan serta dalam mengawasi dan memberikan umpan balik terhadap tindak lanjut yang dilakukan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan di wilayahnya. Kami juga sangat mengapresiasi apabila masyarakat turut mengecek hasil tindak lanjut dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depan,” kata Budi.

 

Viral di Medsos

Sebelumnya, aduan mengenai parkir liar di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim) viral di media sosial. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun @seinsh, yang menandai Yustinus Prastowo selaku Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

“Pak @prastowoyustinus izin bertanya, maaf kalau kurang tepat pertanyaannya. Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, sudah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai, dan coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain nggak ya?” tulisnya.

Dilihat Liputan6.com, Minggu (5/4/2026) dalam foto tersebut laporan soal adanya parkir liar tercatat di JAKI pada 15 Februari 2026 pukul 20.14 WIB. Titik koordinat berada di 6,33750 LS dan 106,86024 BT, Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Lalu, dalam tangkapan layar tindak lanjut aduan, menunjukkan sejumlah mobil yang semula terparkir di lokasi mendadak hilang. Sementara itu, posisi petugas dan sepeda motor yang melaju ke arah berlawanan, seolah tidak adanya perubahan waktu.

Hal ini menimbulkan dugaan bahwa foto tindak lanjut tersebut palsu. Hingga hari ini, unggahan itu memicu ratusan komentar beragam dari warganet yang menyoroti dugaan bahwa foto tindak lanjut merupakan hasil manipulasi AI.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6