Prajurit TNI Praka Farizal Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi

Pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dan keamanan internasional UNIFIL di Lebanon.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 22:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah menghormati prajurit TNI gugur di Lebanon saat misi perdamaian UNIFIL.
  • Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan Israel; tiga prajurit lain terluka.
  • Pemerintah desak investigasi insiden dan pemulangan jenazah cepat.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memberikan penghormatan serta penghargaan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur atas dedikasi dan pengabdian dalam misi perdamaian dan keamanan internasional United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS, akibat serangan Israel di Lebanon Selatan. Serangan itu juga menyebabkan tiga anggota TNI lainnya terluka.

"Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono disela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), dikutip dari siaran pers.

Menurut dia, prajurit TNI yang gugur dan terluka telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui profesionalisme tinggi dalam misi perdamaian dunia.

"Memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia," ungkapnya.

 

Pemulangan Jenazah Dipastikan Cepat

Terkait dengan pemulangan jenazah prajurit yang gugur, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan pemulangan berlangsung cepat ke Tanah Air. Ia juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi seluruh personel.

"Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya," jelas Sugiono.

Pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.

"Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi," tutur Sugiono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6