7 Kebiasaan yang Membuat Mesin Cuci Cepat Rusak, Sebaiknya Segera Dihindari

Ada sejumlah kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak tanpa disadari. Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak sering kali dilakukan tanpa disadari oleh penggunanya. Padahal, mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang bekerja cukup berat dan membutuhkan penggunaan serta perawatan yang tepat agar tetap berfungsi optimal. 

Penggunaan yang tidak benar, jelas bisa memperpendek masa pakai. Diketahui, mesin cuci memiliki masa pakai sekitar lima tahun atau bahkan lebih, namun tidak jarang pula perangkat ini mengalami kerusakan terlalu cepat, padahal pemakaiannya terkesan biasa saja.  Berikut beberapa kebiasaan umum yang sering dilakukan namun berpotensi merusak mesin cuci Anda, sehingga perlu dihindari demi menjaga keawetan perangkat, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (4/7/2026). 

1. Melupakan Perawatan Rutin

Salah satu kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak adalah mengabaikan perawatan rutin. Mesin cuci, meskipun berfungsi untuk membersihkan, juga perlu dibersihkan secara berkala. Melansir laman Good Housekeeping, mesin cuci sebaiknya dibersihkan setiap 3-6 bulan sekali dengan pembersih khusus.

Pembersihan rutin ini krusial untuk mencegah penumpukan kotoran, sisa deterjen, dan jamur yang dapat membuat mesin bekerja lebih keras dan mempercepat kerusakan. Frekuensi pembersihan ideal bervariasi; untuk penggunaan intensif (lebih dari empat kali seminggu), pembersihan bulanan sangat dianjurkan. Sementara itu, untuk penggunaan moderat (dua hingga tiga kali seminggu), setiap tiga bulan sudah cukup. Jika Anda tinggal di daerah panas atau sering mencuci pakaian yang sangat kotor, pembersihan setiap 4-6 minggu sekali disarankan.

Untuk mencegah jamur tumbuh terlalu cepat, jangan biarkan cucian terlalu lama berada di dalam tabung mesin cuci setelah selesai dicuci. Penting juga untuk membiarkan pintu dan laci deterjen terbuka saat tidak digunakan agar udara dapat masuk dan mengeringkan bagian dalam mesin.

2. Mencuci Melebihi Kapasitas

Setiap mesin cuci memiliki kapasitas maksimal yang telah ditentukan. Kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak lainnya adalah mencuci melebihi kapasitas tersebut. Memaksa mesin cuci untuk mencuci beban yang terlalu banyak akan memberatkan kerja mesin, yang berujung pada penurunan kinerja.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada bagian internal seperti motor, drum, dan bantalan (bearing), karena mesin harus bekerja jauh lebih keras dari seharusnya. Kelebihan muatan juga mengakibatkan getaran berlebihan dan ketidakseimbangan pada drum, yang dapat memperparah kerusakan mekanis.

Selain itu, pencucian menjadi tidak efisien karena air dan deterjen tidak dapat bersirkulasi dengan baik di antara pakaian, sehingga hasil cucian kurang bersih. Kebiasaan ini juga meningkatkan konsumsi energi secara signifikan. Disarankan untuk mengisi tabung mesin cuci hanya sekitar 3/4 penuh agar mesin dapat bekerja optimal.

3. Tidak Memeriksa Kantung Pakaian Sebelum Dicuci

Mungkin terdengar sepele, namun tidak memeriksa kantung pakaian sebelum dicuci adalah kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak yang sering diabaikan. Benda-benda kecil dan keras seperti koin, kunci, atau sekrup yang tertinggal di kantung dapat menimbulkan bahaya.

Benda-benda tersebut berpotensi merusak tabung bagian dalam dan luar mesin cuci jika terlempar selama proses pencucian. Sementara itu, benda lunak seperti tisu, kertas, atau uang tunai juga dapat menyumbat saluran pembuangan mesin, mengganggu aliran air dan menyebabkan masalah drainase.

Lebih berbahaya lagi, baterai yang terjebak di dalam mesin cuci dapat pecah atau bocor, menyebabkan kerusakan komponen internal yang parah dan bahkan risiko kebakaran. Oleh karena itu, pemeriksaan kantung pakaian sebelum mencuci adalah langkah preventif yang sangat penting.

4. Membiarkan Keran Terbuka Setelah Mencuci

Meskipun jarang menyebabkan kerusakan fatal secara langsung, membiarkan keran air terbuka setelah selesai mencuci dapat memberi tekanan terus-menerus pada selang dan katup mesin cuci. Tekanan konstan ini dapat membebani komponen seiring waktu.

Jika kebiasaan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, ada potensi kebocoran pada selang atau pipa yang dapat merusak komponen mesin cuci lainnya. Kerusakan akibat kebocoran air ini bisa meliputi korosi pada bagian elektronik atau mekanis.

Menutup keran air setelah setiap penggunaan adalah langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko kebocoran dan memperpanjang usia pakai selang serta katup mesin cuci. Kebiasaan kecil ini dapat mencegah masalah besar di kemudian hari.

5. Menggunakan Satu Jenis Deterjen untuk Semua Pakaian

Melansir laman Good Housekeeping, menggunakan satu jenis deterjen untuk semua jenis pakaian adalah kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak secara tidak langsung, terutama pada pakaian dan efisiensi pencucian. Ada berbagai jenis deterjen yang dirancang untuk kondisi dan jenis kain yang berbeda, menawarkan performa optimal sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, deterjen bubuk biologis umumnya efektif untuk menghilangkan noda membandel dan mencerahkan pakaian putih karena mengandung enzim, namun dapat menyebabkan reaksi pada kulit sensitif. Sebaliknya, deterjen non-bio lebih cocok untuk kulit sensitif, terutama yang bebas pewangi.

Deterjen untuk pakaian berwarna dirancang khusus untuk mencegah pakaian cerah menjadi kusam. Deterjen cair lebih mudah larut dan minim residu, cocok untuk mesin cuci modern, sementara deterjen bubuk lebih ekonomis namun kadang meninggalkan residu jika tidak larut sempurna di air dingin. Memilih deterjen yang tepat sesuai jenis pakaian dan mesin cuci dapat meningkatkan efektivitas pencucian dan menjaga kondisi mesin.

6. Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

Anggapan bahwa semakin banyak deterjen, semakin bersih pakaian adalah mitos yang dapat menjadi kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak. Penggunaan deterjen berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada pakaian dan menumpuk di dalam tabung, selang, serta bagian internal mesin cuci.

Tumpukan residu ini menjadi media ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri, menyebabkan bau tidak sedap pada mesin dan pakaian yang dicuci. Selain itu, busa berlebihan yang dihasilkan dari deterjen yang terlalu banyak dapat mengganggu perputaran tabung dan membuat mesin bekerja tidak optimal.

Mesin cuci akan dipaksa bekerja lebih keras untuk mengatasi busa, yang dapat merusak pompa dan motor. Hal ini juga menyebabkan pembilasan yang kurang sempurna, meninggalkan pakaian terasa lengket atau kurang bersih. Selalu ikuti takaran deterjen yang direkomendasikan pada kemasan untuk menghindari masalah ini.

7.  Tidak Membersihkan Filter Mesin Cuci

Filter mesin cuci memiliki peran krusial dalam menyaring kotoran, serat kain, rambut, dan benda asing lainnya agar tidak menyumbat sistem pembuangan air atau merusak komponen internal. Mengabaikan pembersihan filter adalah kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak yang sering terlewatkan.

Filter yang tersumbat akan menghambat aliran air, menyebabkan pencucian menjadi tidak maksimal dan memaksa mesin bekerja lebih keras dari biasanya. Tekanan berlebih ini dapat merusak pompa air dan komponen penting lainnya, mengurangi efisiensi dan masa pakai mesin.

Selain itu, endapan kotoran di filter dapat menimbulkan bau tidak sedap yang akan menempel pada pakaian yang baru dicuci. Filter sebaiknya dibersihkan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Proses pembersihannya cukup mudah: matikan dan cabut kabel mesin, temukan filter, lepaskan, bilas dengan air mengalir, dan sikat kotoran yang menempel sebelum memasangnya kembali.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Membuat Mesin Cuci Cepat Rusak

1. Seberapa sering mesin cuci sebaiknya dibersihkan?

Mesin cuci sebaiknya dibersihkan setiap 3-6 bulan sekali dengan pembersih khusus, atau lebih sering (bulanan) jika digunakan secara intensif.

2. Apa dampak mencuci pakaian melebihi kapasitas mesin cuci?

Mencuci melebihi kapasitas dapat merusak motor, drum, dan bantalan mesin, menyebabkan getaran berlebihan, pencucian tidak bersih, dan meningkatkan konsumsi energi.

3. Mengapa penting memeriksa kantung pakaian sebelum dicuci?

Penting untuk memeriksa kantung pakaian karena benda seperti koin, kunci, atau baterai dapat merusak drum mesin atau menyumbat saluran pembuangan, bahkan menimbulkan risiko kebakaran.

4. Apa kerugian menggunakan terlalu banyak deterjen?

Penggunaan deterjen berlebihan dapat meninggalkan residu pada pakaian dan mesin, menyebabkan penumpukan jamur dan bau tidak sedap, mengganggu kinerja mesin, serta merusak pompa dan motor.

5. Mengapa filter mesin cuci harus dibersihkan secara rutin?

Filter mesin cuci harus dibersihkan rutin (setidaknya sebulan sekali) untuk mencegah penyumbatan yang menghambat aliran air, membuat mesin bekerja lebih keras, menyebabkan bau tidak sedap, dan berpotensi merusak komponen penting seperti pompa.