Semarak Malam Takbiran di Bundaran HI, Pramono: Jadi Identitas Jakarta Kota Inklusif dan Berbudaya

Pemprov DKI Jakarta menggelar rangkaian perayaan malam takbiran festival bedug pada Jumat (20/3/2026) malam.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta gelar festival bedug, CFN, pawai obor, mobil hias, dan air mancur untuk malam takbiran.
  • Tujuannya, menyediakan ruang aman merayakan takbir, interaksi sosial, dan dampak ekonomi positif.
  • Malam takbiran bertepatan Nyepi, simbol keberagaman, memperkuat identitas Jakarta kota global.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rangkaian perayaan malam takbiran festival bedug pada Jumat (20/3/2026) malam.  Selain festival bedug, diselenggarakan juga Car Free Night (CFN), pawai obor yang melibatkan 5.000 peserta, mobil hias, serta pertunjukan air mancur bertema Jakarta Rhythm of the Fountain.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan gema takbir yang aman dan nyaman. Bundaran HI kita hadirkan sebagai ruang interaksi sosial, tempat warga berjalan bersama keluarga,” kata Pramono di Bundaharan HI, Jakarta, .

Selain sebagai hiburan, Pramono menyebut kegiatan ini juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi Jakarta.

“Kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, mempererat harmoni sosial, serta menjadi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan karya masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta,” tuturnya.

Pramono mengakui, malam takbiran tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi, yang menjadi simbol keberagaman di Jakarta.

“Malam takbiran tahun ini juga terasa istimewa karena beriringan dengan Hari Raya Nyepi yang tadi hari ini kita peringati. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa warga Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati,” kata Pramono.

 

Bakal Agendakan Halal Bihalal

Nantinya usai libur lebaran, Pemprov DKI juga akan menggelar acara halal bihalal pada 11 April mendatang.

Pramono berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif. 

“Saya dan Pak Wagub sungguh berharap seluruh kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas Jakarta sebagai kota inklusif, kreatif, berbudaya, kota global, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Jakarta,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6