Konter HP Dipenuhi Bercak Darah, Pemiliknya Mendadak Hilang

Konter HP berantakan, bercak darah ditemukan, sementara pemilik menghilang.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 05:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan perampokan terjadi di Konter Handphone (HP) Royal Phone, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (6/8/2026).

Kasus ini menggegerkan warga, setelah kondisi toko HP ditemukan berantakan dan dipenuhi bercak darah. Bahkan seluruh ponsel yang berada di etalase kaca dan lemari raib. Sedangkan pemilik konter bernama Chandra beserta satu unit mobil miliknya menghilang.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Karyawan konter mulai curiga, karena hingga siang hari toko belum juga dibuka seperti biasanya.

"Karyawan counter ponsel pada curiga, kok toko belum buka padahal sudah siang," ujar Nurul, salah seorang karyawan konter.

Karena tidak mendapat respons dari dalam, sejumlah karyawan akhirnya mendobrak pintu toko. Saat masuk, mereka mendapati kondisi konter sudah porak-poranda.

Seluruh ponsel yang berada di etalase dilaporkan hilang. Sedangkan pintu samping toko rusak dan diduga telah dijebol pelaku. Selain puluhan HP, sejumlah barang berharga lainnya juga dilaporkan raib.

Di dalam ruangan, karyawan menemukan banyak bercak darah yang menguatkan dugaan telah terjadi tindak kekerasan sebelum aksi perampokan berlangsung.

 

 

Pemilik Hilang

Selain itu, kamera pengawas (CCTV) yang semula terpasang di lokasi, juga diduga sengaja dicopot oleh pelaku. Akibatnya, rekaman yang diperkirakan merekam aksi tersebut tidak lagi berada di tempat kejadian.

Hingga Kamis (6/8/2026) malam, keberadaan pemilik konter bernama Candra masih belum diketahui secara pasti. Satu unit kendaraan roda empat miliknya juga dilaporkan hilang dari lokasi.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Ambarawa Polres Semarang AKP Ririh Widiastuti membenarkan bahwa kasus tersebut tengah ditangani aparat polisi.

"Anggota Satreskrim sedang mendalami kasus ini," ujar Ririh Widiastuti kepada wartawan.

Pihak Satreskrim Polres Semarang saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Selain itu, memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.