Pramono: Pemudik Diizinkan Titip Kendaraan Pribadi di Kantor-Kantor Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan para pemudik untuk menitipkan kendaraan pribadi mereka di kantor-kantor milik Pemprov DKI Jakarta.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • USTDA mendukung teknologi AS untuk ekstraksi litium dari panas bumi di Indonesia.
  • Lilac Solutions akan mendemonstrasikan teknologi di GDE untuk penuhi kebutuhan litium domestik.
  • Proyek ini perkuat kemandirian, tarik investasi, dan jaga lingkungan di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta mengizinkan para pemudik untuk menitipkan kendaraan pribadi mereka di kantor-kantor milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026.

Dengan begitu, pemudik dapat menitipkan kendaraan pribadi mereka di berbagai kantor pemerintahan, mulai dari kantor lurah, camat, hingga wali kota yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

"Tentunya, Pemerintah DKI Jakarta akan mengizinkan bagi para pemudik yang kemudian menitipkan kendaraannya, terutama motornya, di kantor-kantor yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta,| ujar Pramono saat ditemui di kawasan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026) melansir Antara.

Dia mengatakan, kebijakan itu diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang meninggalkan kendaraan saat pulang ke kampung halaman.

Di sisi lain, lanjut Pramono, Pemprov DKI telah memberangkatkan 744 bus ke 20 kota di enam provinsi dalam program mudik gratis yang berlangsung pada Selasa (17/3).

"Termasuk kemarin ketika kami menyelenggarakan mudik gratis yang jumlahnya kurang lebih 35.000 akhirnya, 744 bus," ucap dia.

 

Sediakan Fasilitas Pengangkutan Sepeda Motor

Tak hanya bus, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor menggunakan truk. Pada Senin 17 Maret 2026, kata Pramono, sekitar 900 unit motor diberangkatkan menuju kampung halaman para pemiliknya.

Menurut Pramono, langkah tersebut diambil karena perjalanan jauh menggunakan sepeda motor memiliki risiko kelelahan yang tinggi bagi pemudik. Sebagian besar pemudik yang mengikuti program tersebut kini telah tiba di kampung halaman masing-masing dengan selamat.

"Alhamdulillah, yang naik motor, akhirnya motornya ditaruh di truk dan mereka ada di dalam truk tersebut. Sekarang ini, mereka sebagian besar sudah di kampung halamannya masing-masing, dan itu berjalan dengan baik dan selamat," tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6