Demokrat: Potong Gaji Menteri dan Anggota DPR Bisa jadi Opsi Selamatkan APBN

Demokrat menilai potong gaji menteri hingga anggota DPR dapat menjadi opsi untuk menyelamatkan keuangan negara.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 16:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Herman Khaeron usulkan pemotongan gaji menteri/DPR sebagai opsi pengetatan fiskal.
  • Langkah ini antisipasi ketidakpastian global dan dampak konflik Timur Tengah.
  • Presiden Prabowo contohkan Pakistan potong gaji menteri/DPR untuk penghematan.

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan, pemotongan gaji menteri hingga anggota DPR dapat menjadi salah satu opsi menjaga kondisi keuangan negara. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan antisipasi di tengah ketidakpastian global.

“Dalam situasi tertentu kita harus siap dengan berbagai opsi pengetatan fiskal, termasuk pemotongan alokasi belanja pegawai tidak kecuali gaji menteri dan anggota DPR,” ujar Herman pada wartawan, Senin (16/3/2026).

Anggota Komisi VI DPR itu menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk memutuskan langkah terbaik.

“Oleh karena itu kami serahkan kepada presiden untuk melahirkan skenario terbaik dalam mengantisipasi dampak akibat konflik di timur tengah,” kata dia.

Prabowo Contohkan Pakistan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencontohkan langkah pemerintah Pakistan menekan pengeluaran negara di tengah gejolak global. Pakistan menerapkan berbagai kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan gaji menteri hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6