Prabowo Minta Menteri Kaji Penghematan Anggaran Saat Eskalasi Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mengkaji langkah penghematan anggaran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo minta menteri kaji penghematan anggaran akibat eskalasi konflik Timur Tengah.
  • Pakistan dijadikan contoh dengan WFH, potong hari kerja, pangkas gaji, dan larang belanja.
  • Indonesia harus hemat konsumsi dan efisiensi untuk jaga defisit anggaran negara.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan anggaran usai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dia pun meminta jajaran menterinya mengkaji penghematan yang dapat dilakukan untuk menjaga defisit anggaran.

Awalnya, Prabowo berbicara soal upaya penghematan yang dilakukan Pakistan dalam menyikapi konflik di Timur Tengah. Bahkan, kata dia, Pakistan sudah menganggap eskalasi di Timur Tengah sebagai situasi kritis atau 'critical measures'.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu Covid-19," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dia membeberkan Pakista menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) atau bekerka dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. Kemudian, hari kerja dipotong menjadi empat hari.

Selain itu, Pakistan memangkas gaji anggota anggota DPR sebesar 25 persen. Bahkan, anggota kabinetnya tidak diberikan gaji.

"Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan pemerintah Pakistan juga memangkas 50 persen penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk semua kementerian/lembaga.

Mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan pada setiap saat.

"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," ucap Prabowo.

 

Meniru Pakistan

Menurut Prabowo, pemerintah Pakistan menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran untuk acara pesta, dan pembelajaran untuk pendidikan tinggi dilakukan secara daring. Kemudian, semua sekolah berhenti untuk dua minggu menjelang Lebaran.

Prabowo menyebut penghematan yang dilakukan Pakistan tersebut dapat dilakukan sebagai contoh. Dia menilai Indonesia juga harus melakukan penghematan.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," jelas dia."Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit," sambung Prabowo.

Dia memerintahkan menteri koordinator untuk membahas upaya penghematan anggaran. Prabowo mengatakan kebijakan WFH, mengurangi hari kerja hingga efisiensi dapat dipertimbangkan untuk diterapkan.

"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," katanya.

 

Tak Boleh Lengah

Prabowo menuturkan masyarakat Indonesia tak boleh lengah dan harus bersiap untuk skenario terburuk dalam menghadapi eskalasi di Timur Tengah.

"Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6