9 Wilayah di Jaksel dan Jaktim Diminta Waspada Tanah Longsor pada Maret 2026

Sebanyak sembilan wilayah kecamatan di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) diimbau waspada longsor pada Maret 2026 ini.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak sembilan wilayah kecamatan di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor pada Maret 2026.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3/2026).

Isnawa menjelaskan, merujuk informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa daerah di DKI Jakarta berada pada zona menengah potensi gerakan tanah. Wilayah tersebut berada di dua kota administrasi, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Di Jakarta Selatan, wilayah yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

"Sementara di Jakarta Timur, potensi gerakan tanah terdapat di Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo," ucap Isnawa.

Dia mengatakan, pada zona menengah, daerah memiliki potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas normal.

"Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," terang Isnawa.

 

Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Isnawa menyebut, pada zona dengan potensi lebih tinggi, gerakan tanah dapat terjadi apabila curah hujan meningkat dan bahkan longsoran lama dapat kembali aktif.

Oleh sebab itu, BPBD DKI mengimbau warga di wilayah terkait untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana Tanah Longsor selama Maret 2026.

"Untuk itu, kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," jelas Isnawa.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kondisi cuaca saat Hari Raya Idul Fitri 2026. Prakiraan BMKG, cuaca berawan dan hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kalau hujan lebat, tadi sudah saya sebutkan di beberapa provinsi yang dapat kita perhatikan, tapi pada saat Lebaran diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat rapat dengan DPR. Demikian dikutip dari Antara, Rabu 11 Maret 2026.

 

Cuaca di Sejumlah Kota Besar Saat Hari Lebaran, 3 Daerah Diprediksi Hujan Deras

Dinamika atmosfer yang mempengaruhi kondisi cuaca menjelang Hari Raya Idul Fitri dan periode libur Lebaran, yakni monsun Asi.

Kondisi tersebut membawa lebih banyak uap air, Madden Julian Oscillation (MJO) atau fenomena pergerakan aktivitas awan dan hujan di wilayah tropis ke timur, gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

"Dengan demikian, di pekan kedua Maret ini ada potensi kenaikan curah hujan, tapi selanjutnya akan menurun," ujar Faisal.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi curah hujan sangat tinggi di sejumlah wilayah selama Maret. Khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

"Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," kata dia.

Faisal menambahkan, BMKG terus memperbarui informasi cuaca guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur dan perayaan Idul Fitri.

"BMKG terus memperbarui informasi cuaca transportasi darat, laut, dan udara melalui System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat," ucapnya.

Faisal mengatakan BMKG juga akan menyebarkan informasi keadaan cuaca kepada masyarakat melalui kanal-kanal media sosial resmi, seperti laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id dan media sosial Instagram @infobmkg.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6