Dana Zakat-Sedekah Jakarta Terkumpul Rp 396 Miliar, Pramono Minta Penyaluran Tepat Sasaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar dana zakat disalurkan secara tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.

Diterbitkan 05 Maret 2026, 12:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Baznas Bazis DKI Jakarta berhasil kumpulkan Rp 396 miliar dana ZIS, hampir capai target.
  • Dana ZIS harus tepat sasaran atasi ketimpangan ekonomi dan bantu warga Jakarta.
  • Transformasi ZIS ke program pemberdayaan berkelanjutan dinilai langkah strategis.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas (Bazis) DKI Jakarta mencapai Rp 396 miliar dari target Rp 400 miliar. Ia mengingatkan agar dana zakat tersebut disalurkan secara tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Seperti yang tadi dilaporkan, terkumpul kurang lebih Rp 396 miliar dari target Rp 400 miliar,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pramono mengapresiasi kinerja Baznas Bazis DKI Jakarta yang dinilai mampu mengelola dana umat secara profesional, sehingga penghimpunan ZIS dapat mendekati target yang ditetapkan.

“Ini menunjukkan bahwa profesionalitas itu menjadi kata kunci di dalam pengumpulan ZIS yang ada di DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menyampaikan dana ZIS harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang tidak beruntung. Menurut dia, penyaluran dana tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu warga yang membutuhkan.

Pramono menyoroti masih tingginya ketimpangan ekonomi di Jakarta. Ia menyebut salah satu persoalan utama di ibu kota adalah kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.

“Seperti yang saya sampaikan berulang kali, salah satu problem utama di Jakarta ini adalah persoalan gini rasio. Perbedaan kaya miskin yang masih menjadi problem bagi kita semua,” kata dia.

Menurut Pramono, pemanfaatan ZIS yang tepat dapat membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat. Ia menilai transformasi penyaluran ZIS dari bantuan konsumtif menuju program pemberdayaan berkelanjutan merupakan langkah strategis.

“Transformasi ZIS dari penyaluran bantuan konsumtif menuju pelaksanaan program pemberdayaan berkelanjutan merupakan langkah yang sangat strategis,” jelas Pramono.

 

Pastikan Warga Tak Ada yang Kesulitan

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga meminta agar pemerintah wilayah hingga tingkat kecamatan dapat memastikan tidak ada warga Jakarta yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama Ramadan.

Ia meminta para wali kota, bupati, hingga camat segera berkoordinasi apabila menemukan warga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok, baik melalui bantuan pemerintah daerah maupun melalui Baznas Bazis.

“Saya berharap melalui Baznas Bazis jangan sampai ada warga di Jakarta di bulan Ramadan ini, terutama warga yang tidak mampu, tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” kata Pramono.

Sebagai informasi, pada 2025 Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp396,356 miliar atau 99,09 persen dari target Rp400 miliar.

Penghimpunan dana tersebut bersumber dari tunjangan kinerja daerah (TKD) ASN maupun non-TKD, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial serta pemberdayaan masyarakat di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6