PKS Minta Pemerintah Pertimbangkan Keluar dari BOP: Alih-Alih Menghadirkan Perdamaian Malah Menyebar Perang

Pemerintah harus mempertimbangkan serius untuk keluar dari BOP karena sudah melenceng dari tujuan perdamaian.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • HNW usulkan pemerintah keluar dari BOP karena menyimpang dari tujuan damai.
  • BOP dinilai menyebar perang, bukan menciptakan perdamaian global.
  • Pemerintah diminta hati-hati agar Indonesia tak jadi alat legitimasi perang.

Liputan6.com, Jakarta - Politikus senior PKS yang juga Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyarankan pemerintah mempertimbangkan keluar dari Board Of Peace (BOP), menyusul sikap anggota BOP bertolak belakang dengan tujuan awal pembentukan badan tersebut.

“BOP itu kan bukan hanya ingin menghadirkan perdamaian di Palestina, tapi di kawasan konflik di seluruh dunia. Nah ini alih-alih menghadirkan perdamaian malah menyebar perang,” kata HNW di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

HNW menilai, pemerintah harus mempertimbangkan serius untuk keluar dari BOP karena dinilai sudah melenceng dari tujuan perdamaian.

“Saya kira beliau sangat sangat sangat baik untuk mempertimbangkan dengan serius, bahkan sudah lebih dari 64 tokoh, 60 ormas gitu ya yang kemudian juga menandatangani petisi untuk agar Indonesia keluar dari BOP,” ujarnya.

 

Minta Pemerintah Hati-Hati

HNW menilai wajar banyak desakan keluar dari BPOP, dan ia meminta pemerintah bersikap hati-hati.

“Saya apresiasi dengan tuntutan itu dan sangat baik bila Pak Prabowo betul-betul mempertimbangkan karena jangan sampai malah keberadaan Indonesia malah dijadikan sebagai alat stempel legitimasi untuk melebarkan perang ini gitu loh,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6