Demo Membara di Iran, Warga Ratapi Gugurnya Ali Khamenei dan Kutuk AS-Israel

Warga Iran meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk Amerika Serikat dan Israel.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat serangan AS-Israel, memicu demonstrasi besar di Iran.
  • Warga Iran berduka dan mengutuk AS-Israel di berbagai kota, termasuk Teheran dan Qom.
  • Pemerintah Iran mengkonfirmasi kematian, membantah Khamenei bersembunyi, dan mengumumkan masa berkabung.

Liputan6.com, Jakarta - Demonstrasi pecah di seluruh Iran pada Minggu (1/3/2026). Demonstrasi ini menyusul pengumuman gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Warga turun ke jalan di kota-kota seluruh Iran. Para demonstran yang membawa bendera Iran berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyuarakan kesedihan mereka.

Di Teheran, ratusan orang berkumpul di Lapangan Inkilap, mengibarkan bendera dan poster Khamenei, dan meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk AS dan Israel.

Di kota suci Qom, ratusan orang berkumpul di makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut.

Sementara itu, di Mashhad, para pelayat mengungkapkan rasa duka dengan membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza, salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran. Dilansir Antara, banyak warga yang terlihat meneteskan air mata di sekitar makam tersebut.

Khamenei Gugur Diserang AS-Israel

Media pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa Khamenei kehilangan nyawanya selama serangan AS-Israel, menyatakan bahwa "pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran." 

Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan hari libur resmi selama tujuh hari.

Menurut para pejabat, Khemenei sedang berada di kantornya di Teheran saat serangan pada Sabtu pagi terjadi sehingga mengenai dan menewaskannya.

Iran Bantah Khamenei Sembunyi

Media pemerintah Iran menentang tegas klaim yang menyatakan Khamenei bersembunyi di bawah tanah saat serangan berlangsung, sembari menekankan bahwa dia "sedang menjalankan tugasnya, berada di tengah masyarakat" pada saat itu.

Mereka menggambarkan kematian Khamenei sebagai cerminan peran kepemimpinan publiknya sepanjang hidupnya.

Sumber-sumber Iran melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putrinya, menantu laki-lakinya, cucunya, dan menantu perempuannya, tewas dalam serangan tersebut.

Serangan-serangan tersebut juga mengakibatkan korban sipil yang lebih luas, dengan laporan Bulan Sabit Merah Iran menyatakan 201 orang tewas dan 747 luka-luka dalam serangan tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6