Liputan6.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam keras dugaan penganiayaan keji yang diduga dilakukan oleh seorang ibu terhadap anak tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penganiayaan itu berujung korban meninggal dunia.
"KPAI meminta proses hukum yang cepat," kata Anggota KPAI, Diyah Puspitarini saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Saat ini kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polres Sukabumi. KPAI pun mendesak terduga pelaku diberikan sanksi hukuman yang maksimal sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Advertisement
"KPAI memfokuskan pada penerapan UU Perlindungan Anak Pasal 59A, bahwa proses hukum untuk anak korban filisida harus cepat agar diketahui dengan jelas penyebab kematiannya, dan anak harus mendapatkan perlindungan hukum," ujarnya.
"Untuk pelaku harus dituntut hukuman maksimal Pasal 76C Jo 80 dan karena pelaku orang tua maka ditambahkan hukuman 1/3 dari tuntutan maksimal," kata Diyah, dikutip dari Antara.
Korban Meninggal di RS
Seorang anak laki-laki (12) meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.
Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Namun saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan berpuasa bersama keluarga.
Ketika itu, ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelepon istrinya yang memintanya segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.
Setibanya ayah korban di rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di RS tersebut.
Advertisement
Ibu Tiri Bantah Aniaya
Ibu tiri korban berinisial TR (47) membantah tuduhan menganiaya korban hingga tewas. TR menegaskan, kondisi fisik NS yang memprihatinkan tersebut merupakan dampak dari penyakit serius yang menggerogoti tubuh almarhum.
“Kalaupun ada kulit yang melepuh itu akibat dari panas dalam karena kanker darah itu. Itu juga informasi dari saksi yang kemarin (melihat diagnosis),” kata TR saat memberikan klarifikasi, Sabtu (21/2/2026).
Dia menambahkan bahwa informasi yang berkembang di kepolisian (BAP) menyebutkan adanya dugaan penyakit penyerta lainnya.
“Dari Pak Surahman yang di-BAP di Polsek, anak itu didiagnosa leukemia autoimun. Jadi itu benar-benar karena sakit,” imbuhnya.
TR menceritakan detik-detik saat NS dilarikan ke RSUD Jampangkulon pada Kamis pagi. Dia membantah jika disebut menelantarkan atau menyembunyikan kondisi anak. Namun, dia mengakui tidak mengetahui detail penjelasan dokter saat itu karena keterbatasan akses saat proses pendaftaran.
“Hari Kamis itu dibawa ke RSUD Jampangkulon, pagi, sama saya dan bapaknya. Kebetulan yang mendampingi almarhum (di ruang pemeriksaan) itu bapaknya, kalau saya sibuk di bagian pendaftaran jadi saya tidak tahu apa yang disampaikan dokter,” ungkapnya.
Terkait narasi perundungan yang viral, TR menilai ada pihak yang sengaja menggiring opini sebelum hasil medis keluar. Dia menyoroti tindakan pihak tertentu yang melakukan interogasi saat NS dalam kondisi kritis, yang kemudian videonya diunggah ke media sosial tanpa konteks yang utuh.
“Belum ada apa-apa langsung di-upload, akhirnya sama netizen digoreng seperti itu. Padahal anak sudah dalam keadaan kritis, malah disuruh mengaku ini itu,” sesal TR.
Lebih lanjut, TR menyatakan kesiapannya mengikuti prosedur yang berlaku. Dia memilih berserah diri kepada Tuhan di tengah derasnya hujatan publik yang mengarah kepadanya.
“Kalau saya pasrah saja, Allah yang Maha Tahu. Kalau aturan manusia kan bisa diubah dan dibuat, kalau aturan Allah kan tidak bisa. Mudah-mudahan ada keajaiban dan kebenaran bisa diperlihatkan,” pungkas dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884476/original/045757800_1764335001-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_20.01.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275349/original/098248000_1751875135-e788cf8e-a1ab-495b-862a-4d13aa2a65d4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6468753/original/058712000_1779330630-20260520_153846.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416518/original/003217000_1763453634-aris_adi.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555729/original/025458100_1776207041-Sekolah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183150/original/040044300_1744167057-a4ff62fd-3736-4ee4-b85a-9304d7e16b9e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4092396/original/068296100_1658138375-jason-goodman-BAanEbxe9No-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508796/original/004578600_1771600299-247987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513266/original/057747700_1772008140-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_15.17.01.jpeg)