LPDP Buka Suara Usai Alumninya Dwi Sasetyaningsih Disorot Buntut Ucapan 'Cukup Aku Jadi WNI, Anakku Jangan'

LPDP sangat menyayangkan polemik yang muncul buntut unggahan alumninya Dwi Sasetyaningsih di media sosial.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • LPDP menyayangkan pernyataan kontroversial alumni Dwi Sasetyaningsih.
  • Dwi telah penuhi kewajiban pengabdian, namun LPDP tetap imbau bijak bermedsos.
  • Suami Dwi, AP, diduga belum penuhi kewajiban; LPDP akan selidiki dan beri sanksi.

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) buka suara setelah alumninya Dwi Sasetyaningsih menjadi perbincangan publik. Dwi Sasetyaningsih disorot buntut ucapannya 'cukup aku aja jadi WNI, anak-anakku jangan'. Pernyataan itu dia sampaikan saat membuat unggahan perihal anak keduanya yang baru saja resmi menjadi warga negara Inggris dan memegang paspor negara tersebut.

LPDP menyayangkan polemik yang muncul buntut unggahan alumninya tersebut. LPDP menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.

Sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi + 1 tahun.

"Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun," demikian dikutip dari akun threads milik LPDP, Sabtu (21/2/2026).

Dijelaskan pula, Dwi Sasetyaningsih memang telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Artinya, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan,

"Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri."

 

LPDP Bicara soal Suami Dwi Sasetyaningsih

Sementara untuk AP, suami Dwi yang kemudian ikut terseret karena ulah isrtinya, juga dipastikan alumnus LPDP. Namun yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi.

"LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi."

LPDP menegaskan terus berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni. Serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

 

 

Dwi Sasetyaningsih Minta Maaf

Sebelumnya, Dwi menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya dalam sebuah unggahan video.

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yangmemuat kalimat "cukup saya saja yang WNI, anak-anaksaya jangan", dengan ini saya menyampaikanpermohonan maaf secara terbuka kepada seluruhmasyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupuntidak nyaman atas pernyataan tersebut," katanya.

Menurut dia, pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagaiWarga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisiyang dirasakan.

"Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebuttidak seharusnya disampaikan dengan cara yangberpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebihberkaitan dengan identitas kebangsaan yang kitajunjung bersama," ujarnya.

Dia juga menyadari kalimat yang disampaikannya bisa dimaknai sebagai bentuk merendahkan bangsa Indonesia.

"Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6